maybe in another life, gw anak orang have. privilege-nya dimanfaatin dengan baik. bisa les banyak bahasa, les di Inten, bakat dan minat didukung ortu, masuk sekolah unggulan, terus kuliah di luar negeri :)))
ternyata aku balik lagi ke fase ini, udah di titik cuma bisa ngusap air mata sambil ngomong "gapapa" ini bukan yang pertama kalinya, nanti juga sembuh lagi yaaa.
Normalisasikan kalo orang gak suka sama kita, ya itu urusan mereka. Gak usah sampe overthinking "Aku salah apa ya", karena kamu berbuat 1000 kebaikan pun kalo hati mereka jelek tetap aja jelek.
ini sangat amaaaat benaaar!!! kurangin screen time and go touch some grass 😭 olahraga, baca buku, introspeksi, ibadah sunnah, ngaji, journaling, or just have some simple fun like play games, ride your bike keliling komplek, whatever gets you off the screen for a while.
because when you spend too much time online, your brain starts living in other people’s narratives. you overconsume, compare, react, and somehow everything feels like a problem. insya Allah, the more you actually live your own life, the less your socmed becomes a dumping ground for complaints. at some point, you’ll have stories, growth, and reflections to share, not just things to rant about.
The fact that women can say “untung gak punya suami” (soalnya ngeribetin) but no man can say “untung gak punya istri” karena mereka butuh istri (yg akan ngurusin mereka)