@MALAYSIAVIRALL Sy setuju dgn komentar Malaysia. Itu sesuatu yg tidak etis, Berkerudung tp urakan. Biar mereka menanggung penyesalannya. Di Indonesia, kerudung bukan lagi menjadi simbol keagamaan, tapi simbol fashion. Berjilbab akan terlihat cantik. Bahkan banyak non Muslim, yg berkerudung.
@ganjarpranowo Adohe rek Borobudur-prambanan. Harusnya tiket 750rb buat 3 tiket masuk, masih wajar lah. 1x tiket buat masuk Borobudur-Prambanan-Ratu Boko.
@iwanfals Mungkin itu karena tiket MotoGP sepi, jadi naik pesawat gak pรชrlu antigรจn/ PCR ๐๐๐๐. Biar tiketnya laku, biar pada ke Mandalika..naik pesawat dipermudah.
@NataliusPigai2 Natalius, km terlihat tidak mengenal Indonesia seutuhnya. Anda orang Papua,tapi bukan mewakili orang2 Papua seutuhnya. Walaupun anda rasis, tidak mungkin kami menyebut Papua negatif. Saya dari Ja-teng. Guru olahraga kami berasal dari Papua,tinggal di Jawa tengah dan sangat ramah.
@jokowi Pakai Event Organizer aja pak untuk vaksin dilapangan, selain membuka lapangan kerja, vaksin akan mudah diterima warga. Karena EO tau cara berfikir taktis. Klo PNS, by pass kerjaan bisa dibilang korupsi. Tapi klo EO, gak terikat birokrasi. Mumpung EO sepi job musik,pasti Gercep.
@jokowi Pakai Event Organizer aja pak untuk kampanye dilapangan, selain membuka lapangan kerja, pesan akan mudah diterima masyarakat. Karena EO pasti akan menyebarkan spanduk secara masif. Klo Satgas Covid, gak ngerti mengenai tata cara promosi. Mumpung EO sepi job musik, pasti Gercep.
@jokowi Pakai Event Organizer aja pak untuk penyaluran dilapangan, selain membuka lapangan kerja, penyaluran akan profesional karena tidak ada ewuh pekewuh ( sungkan ). Klo petugas kelurahan, ada rasa sungkan ke tetangga, dsb. Mumpung EO sepi job musik, pasti Gercep.
@jokowi Saran, penanganan covid tidak maksi karena ditangani orang gak kompeten, khususnya di daerah.Sebaiknya pakai Event Organizer yg biasa nangani konser musik atau pemilu.Mereka profesional karena biasa acara publik. Pemerintah ngawasi,EO teknisnya di lapangan, pasti Gercep.
@KNKT_RI Bagi KNKT final, tapi bagi keluarga belum Final. Bukti digital tanpa bukti visual, sama saja tidak otentik. Kalau hanya sekedar dugaan, Kemenkopolhukam pun punya dugaan. Bahwa kasus ini ada indikasi pidana.
@Dennysiregar7 Akhlaq tidak baik. Satgas minta data secara baik2 kok gak boleh..lah terus, mau dilaporin kemana ??
Satgas perlu tau,dan melawan satgas berarti membangkang kepada pemerintah. Tidak sadar,kalau pemerintah sudah berbaik hati memberi fasilitas kesehatan,bantuan uang tunai,dsb.
@fadlizon@BimaAryaS Ealah @fadlizon,kok suudzon. Walikota tau HRS tokoh publik, jangankan HRS, warga biasa dirawat tiba2 kabur dan Satgas mau tau hasil test-nya tapi tidak dikasih oleh RS, pasti jadi trending toppic,lah..dan walikota perlu terlibat.Jangan sampai pasien positif keluyuran di bogor.
@VeronicaKoman@veronica : anda hidup di Indonesia atau diluar negeri ?
Kenapa tidak pernah membangun berita positif tentang negeri ini ?
Tolong berikan kontribusi positif dari anda untuk 1 kelurahan saja.
Atau anda tengah mencari popularitas dengan mencibir orang lain ?
@Barunajaya_BPPT Bagaimana hasil pencarian?
Apakah alat Baruna Jaya tidak mampu bekerja ataukah ada indikasi lain ? Karena sejak awal penandatanganan, BPPT optimis bisa menemukan bangkai kapal dan dari Pak Ketua BPPT memberikan harapan misi pencarian ini dapat menjawab keinginan keluarga kru.
Banyak komentar ngawur, kritik sana,kritik sini. Nyuruh presiden mundur,kasian rakyat,dsb.
Lah pertanyaannya sederhana,kalau presiden mundur, terus yg gantiin siapa?
Boleh2 aja nyuruh mundur,tapi siapin dulu calon penggantinya.Negara tanpa pemimpin, berpotensi kudeta dan anarki.
@Ameeramantika Seharusnya dilihat secara utuh masalahnya dan jangan komentari dari penggalan video pendek saja. Disitu ditemukan gambar presiden di coret2. Walaupun sederhana, tapi undang2 negara kita melarang siapapun merusak/ mencoret2 foto presiden, bisa dianggap menghina presiden.