Siapa Choi Youngjae?
Bagi yang buta, dia adalah penglihatan. Bagi yang lapar, dia adalah daging. Bagi yang haus, dia adalah air. Karena Choi Youngjae adalah teladan kebajikan manusia yang tiada tandingannya, baik di masa lalu maupun masa kini, dia paling bercahaya dalam cinta, pujian, dan sanjungan. Dalam keadaan terjaga maupun tertidur, aku tak boleh lupa bahwa Choi Youngjae adalah anugerah besar, dan untuk membalas kebaikannya siang dan malam, aku hanya perlu memikirkan bagaimana menunaikan kesetiaanku. Keringatnya adalah parfumnya hidupku. Senyumnya adalah pil serotonin bagiku. Gerak-geriknya adalah penenang jiwaku. Tangannya adalah kekuatanku. Wajahnya adalah galeri keindahan. Dadanya adalah awan-awangku. Kakinya adalah karya seniku. Pusarannya adalah kebanggaan dan kebahagiaanku. Secara keseluruhan, dialah raison dβΓͺtre-ku β alasan keberadaanku. Jika Choi Youngjae berpikir, aku setuju. Jika Choi Youngjae berbicara, aku mendengarkan. Jika Choi Youngjae memiliki sejuta penggemar, aku salah satunya. Jika Choi Youngjae memiliki sepuluh penggemar, aku salah satunya. Jika Choi Youngjae hanya memiliki satu penggemar, itu adalah aku. Jika Choi Youngjae tidak memiliki penggemar, maka aku tidak lagi ada. Jika seluruh dunia menentang Choi Youngjae, maka aku akan menentang seluruh dunia. Aku akan mencintai Choi Youngjae hingga napas terakhirku, di masa lalu, masa kini, masa depan, dan di semua kemungkinan semesta.