Kadang aku sadar, di hidup seseorang aku bukan tujuan utama.
Di saat mereka pulang ke yang paling mereka utamakan, aku belajar pulang ke diri sendiri.
Pelan-pelan, aku rangkul yang tersisa: perasaan yang sempat berharap, dan hati yang kini belajar cukup tanpa dipilih.