BEDA MASA BEDA ISTILAH
(untuk para boomer agar nyambung ke Gen Z)
Dulu termos sekarang tumbler.
Dulu parsel sekarang hampers.
Dulu loakan sekarang preloved.
Dulu ngamuk sekarang tantrum.
Dulu pagar-ayu sekarang bridesmaid.
Dulu bercerita sekarang spill.
Dulu ingin tahu sekarang kepo.
Dulu galau sekarang overthinking.
Dulu makanan dibungkus sekarang take away.
Dulu caper, sekarang pick-me.
Dulu piknik sekarang healing.
Dulu ngeluyur sekarang travelling.
Dulu muhibah sekarang studi banding.
Dulu prihatin sekarang low budget lifestyle.
Dulu sensitif sekarang baperan.
Dulu her sekarang remedial.
Dulu ngirit sekarang frugal living.
Dulu banci, homo, lesbian sekarang LGBTQ.
Dulu warkop (warung kopi) sekarang cafe.
Dulu cukong sekarang sugar daddy.
Dulu testing sekarang UAS.
Dulu NEM sekarang TKA.
Dulu buruan sekarang gercep.
Dulu tustel sekarang kamera.
Dulu blitz sekarang flash.
Dulu es teh sekarang ice tea.
Dulu pecel sekarang salad.
Dulu sepiring 2 ribu sekarang 20 ribu.
Dulu gemuk tembem sekarang gemoy.
Dulu tanggal tua sekarang intermittent fasting.
Dulu programming sekarang coding.
Dulu sahabat sekarang bestie.
Dulu karyawisata sekarang class outing.
Dulu camping sekarang glamping.
Dulu bantingan sekarang split bill cc.
Dulu siomay sekarang dimsum.
Dulu oblong sekarang t-shirt.
Dulu mencongak sekarang imla.
Dulu pelonco sekarang bully.
Dulu mas, kang, uda sekarang bro.
Dulu mbak, teteh, uni sekarang sis.
Dulu numpang tenar sekarang clout chasing.
Dulu pamer sekarang flexing.
Dulu beli loakan sekarang thrifting.
Dulu ikut-ikutan sekarang FOMO.
Dulu diam-diam menghilang sekarang ghosting.
Dulu pacaran sekarang dating.
Dulu kenalan sekarang networking.
Dulu jualan sekarang live shopping.
Dulu kelontong sekarang minimarket.
Dulu telepon rumah sekarang video call.
Dulu surat sekarang DM.
Dulu pos kilat sekarang gmail.
Dulu wesel sekarang transfer atau qris.
Dulu suasana sekarang vibe.
Dulu kesebelasan sekarang squad.
Dulu tanya ke "orang pintar" sekarang tanya ke AI.
Dan jangan lupa ...
Dulu 7 ribu sekarang 18 ribu.
Momen mengharukan terjadi di hari pertama masuk sekolah. Seorang gadis kecil terlihat mendatangi makam mendiang ibunya bersama sang ayah sambil mengenakan seragam sekolah.
Di hadapan pusara sang ibu, ia menyampaikan kalimat sederhana, "Aku sudah sekolah Mah, sudah pakai seragam."
Ungkapan tersebut menyentuh hati banyak orang karena menggambarkan kerinduan seorang anak kepada sosok ibu di momen penting dalam hidupnya.
Nangis banget lihat video ini dan bener adanyaa 😭
Ya Allah Rabbi habli minassholihiin...
3 tahun kita jadi dunianya
4-12 tahun kita hanya kebagian sorenya
13-18 tahun kita hanya sabtu minggunya
19-25 tahun kita mungkin hanya tanggal merahnya
Kemudian setelahnya mungkin hanya sesempatnya...
Mari hadirkan jiwa raga kita untuk anak anak kita ya ayah bunda... 🥹
📽️IG: hwandjay_story
Lagi di busway No 9 arah Cawang
Di depan ada cewek lagi main HP. Layarnya retak, penuh garis hijau, tapi tetap dipakai.
Kadang kita terlalu cepat menilai orang dari apa yang terlihat. Padahal bisa jadi, ada hal yang memang belum sempat mereka ganti. Bukan karena tidak mau, tapi karena ada yang lebih penting untuk didahulukan.
cc : anang_mitsubishijakarta03
- Kesaksian Mongol, 2001 -
Ternyata pengakuan ini bukan cerita baru.
Kemungkinan ini video paling awal yang terdokumentasi saat komika Mongol mengaku pernah menjadi pengikut sekte sesat "Children of God."
Awalnya saya kira cuma cari sensai😨
Sedih, mulai 1 Juli 2026 rute bus TransJakarta 10D & 1N resmi berpamitan (ditutup) dengan alasan yang lagi² "tumpang tindih" 😢
Coba dong transparan, jumlah data penumpangnya dishare. Jangan tiap ada penutupan rute alasannya tumpang tindih melulu.
Udah gitu ekspansi rute ke Bodetabek sanggup, tapi rute bus dalam kota Jakartanya sendiri malah ditutup satu per satu.
Guys, di tengah semua berita tentang pemimpin yang korup, program yang gagal, dan pejabat yang tidak kompeten ada satu kisah lama yang menurut gue paling relevan dan paling menginspirasi untuk dibaca hari ini.
Ignasius Jonan harus menertibkan lebih dari 20.000 Kepala Keluarga untuk membangun double track kereta lintas utara Cirebon-Surabaya-Pasar Turi sepanjang 500 kilometer.
Di Indonesia proyek sebesar ini biasanya identik dengan satu hal: keributan panjang, ganti rugi yang tidak adil, warga yang melawan, dan proyek yang molor bertahun-tahun.
Jonan menyelesaikannya tanpa satu pun keributan berarti.
Dan ini cara yang dia lakukan yang tidak terpikirkan oleh siapapun sebelumnya:
Kompensasi sesuai aturan sudah pasti diberikan.
Itu standar. Itu kewajiban.
Tapi Jonan menambahkan satu hal yang tidak ada dalam aturan manapun:
"Setiap orang yang terdampak boleh mengusulkan satu anggota keluarganya untuk menjadi pegawai KAI."
Satu kalimat.
Tapi dampaknya luar biasa.
Bapak yang tanahnya tergusur bisa daftarkan anaknya kerja di KAI.
Ibu yang rumahnya dibongkar bisa daftarkan suaminya.
Kakak yang bangunannya ditertibkan
bisa daftarkan adiknya.
Asalkan masih satu Kartu Keluarga bebas.
Dan ini yang paling mengagumkan syaratnya sangat manusiawi:
Jonan tidak membuat syarat yang mempersulit.
Ijazah minimal SLTA.
Usia maksimal 40 tahun. Tes kesehatan. Selesai.
Dan kalau anggota keluarga pertama tidak lulus tes kesehatan boleh ganti dengan anggota keluarga lain dari KK yang sama sampai ada yang lulus.
Tidak ada birokrasi yang rumit.
Tidak ada uang pelicin.
Tidak ada koneksi yang diperlukan.
Dan ketika ada yang bilang ke Jonan bahwa dulu daftar kerja di KAI harus nyuap jawabannya langsung dan keras:
"Kalau ada yang nyuap laporkan ke saya."
20.000 lebih KK pindah.
Tanpa keributan.
Tanpa demo.
Tanpa protes panjang yang menghambat proyek.
Bahkan bukan hanya mau pindah mereka pindah dengan perasaan diuntungkan.
Karena sekarang ada anggota keluarga mereka yang punya pekerjaan tetap, penghasilan stabil, dan masa depan yang lebih jelas dari sebelumnya.
"Saya bilang:
saya tidak mengusir Anda.
Anda pergi tapi akhirnya keluarga Anda jadi pegawai di kami."
Dan ini konteks yang lebih besar yang perlu diingat:
Jonan mengambil alih KAI ketika perusahaan itu sedang merugi Rp83 miliar di tahun 2009.
Bobrok dari dalam.
Budaya suap merajalela.
Pelayanan buruk.
Aset tidak terurus.
Cara dia membangun double track ini mencerminkan cara dia memimpin secara keseluruhan:
fokus pada solusi nyata bukan prosedur kosong, hormati rakyat kecil sebagai manusia bukan sebagai hambatan proyek, dan bersihkan sistem dari dalam tanpa kompromi.
Hasilnya KAI berubah dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan yang sehat dan menguntungkan.
Jonan membuktikan satu hal yang menurut gue paling langka di Indonesia:
pemimpin yang cerdas tidak perlu memilih antara kepentingan proyek dan kepentingan rakyat.
Dengan sedikit kreativitas dan banyak empati keduanya bisa berjalan bersamaan.
20.000 KK ditertibkan.
500 kilometer jalur dibangun.
Dan ribuan keluarga yang terdampak justru mendapat pekerjaan yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.
Bukan sulap.
Bukan keajaiban.
Hanya kepemimpinan yang benar-benar memikirkan manusianya bukan hanya angka proyeknya.
Dan yang paling menyedihkan: kisah seperti ini seharusnya jadi standar bukan pengecualian yang kita kagumi karena begitu jarang terjadi.
Rabu, 10 Juni 2026. Satu hari. Dua pernyataan dari gubernur yang sama.
Pertamax baru naik hampir Rp4.000 per liter.
Pramono Anung keluar dengan solusi:
"Dengan kenaikan BBM ini, peluang orang untuk naik transportasi umum juga makin besar."
Di hari yang sama, Pramono juga mengonfirmasi tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan segera disesuaikan ,dari Rp3.500 ke kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.
Tiga sampai empat kali lipat.
Jadi jalan keluarnya dari BBM mahal adalah naik Transjakarta. Dan Transjakartanya sendiri sedang akan naik tiga kali lipat.
Pertamax naik → pindah ke Transjakarta. Transjakarta naik → pindah ke mana?
Ini bukan soal salah satu kebijakan.
Ini soal pola yang sudah berlangsung bertahun-tahun.
Rupiah melemah → biaya impor naik → BBM naik → biaya hidup naik → subsidi tertekan → tarif transportasi umum naik.
Setiap domino jatuh ke rakyat.
Tarif Rp3.500 itu bertahan lebih dari 20 tahun , bukan karena pemerintah lupa menaikkan, tapi karena itu satu-satunya hal yang masih bisa dijangkau jutaan orang yang tiap hari menggantungkan mobilitas hidupnya pada angkutan umum.
Alasan pemerintah menaikkannya sekarang: subsidinya terlalu besar.
Pertanyaannya bukan apakah subsidi perlu diefisiensikan.
Pertanyaannya adalah: di negara yang APBN-nya 3.800 triliun, yang program prioritasnya saja terbukti bocor di mana-mana, kenapa yang pertama dipangkas selalu yang dipakai rakyat , bukan yang dinikmati kekuasaan?
Maret 2026.
Mitra MBG bernama Hendrik Irawan viral joget-joget sambil pamer dapat Rp6 juta per hari.
Publik marah. BGN menegur. Dapurnya disuspend.
Tapi berhenti dulu. Mari ikuti angkanya.
BGN dalam siaran pers resminya mengkonfirmasi:
insentif Rp6 juta per hari memang hak setiap mitra SPPG.
Diatur dalam Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025.
Berlaku untuk semua 27.735 dapur yang aktif.
Tetap cair meski sekolah libur, cuti bersama, atau dapur di-suspend sekalipun.
Hitung sendiri:
Rp6 juta × 27.735 dapur = Rp166 miliar per hari× 313 hari operasional = ~Rp52 triliun per tahun , hanya untuk insentif fasilitas, belum bahan makanan, belum operasional
Total anggaran MBG 2026: Rp268 triliun dari APBN , sekitar 7% dari total belanja negara. Tidak ada program makan sekolah di negara mana pun di dunia yang menyedot porsi APBN sebesar ini (rata-rata global: 0,1–0,5%).
Hasil programnya:
a. 37.270 anak keracunan sejak Januari 2025 (JPPI, Mei 2026), tersebar di 31 provinsi
b. Mayoritas SPPG belum bersertifikat laik higiene sanitasi
c. Program berjalan tanpa Perpres, tanpa audit independen yang bisa diakses publik
Masalahnya bukan Hendrik yang joget.
Hendrik satu dari 27.735 mitra yang menerima insentif yang sama dari sistem yang sama.
Yang patut dipertanyakan bukan orang yang joget di depan kamera.
Yang patut dipertanyakan adalah: siapa yang merancang sistem di mana Rp268 triliun uang pajak rakyat mengalir lewat puluhan ribu dapur swasta tanpa transparansi, tanpa Perpres, tanpa audit publik , sementara 37.270 anak sudah jadi korban keracunan dan program ini tetap jalan?
Madilog: ikuti logika angkanya. Bukan jogetnya.
PLASTIK NAIK, SAYA DIAM.
DIKATAIN GAK BERMIMPI JADI KAYA RAYA,
SAYA JUGA DIAM.
DOLLAR NAIK, SAYA DIAM.
IHSG DROWNDOWN. SAYA DIAM.
TETAPI HARI INI SAYA DENGAR
HARGA MIE AYAM NAIK,
SAYA AKAN LAWANNNN!!!
PENYAKIT DARI DOSA
YANG TAK TERDUGA
1. Sariawan: (suka julid)
2. Batuk berdahak: (suka jengkel
kepada anak atau suami/istri)
3. Darah rendah: (over khawatir, terlalu
banyak pertimbangan
atau ragu-ragu)
4. Darah tinggi: (suka emosi,
tidak mau kalah)
5. Nyeri badan: (sulit dinasehati)
6. Kolesterol: (tidak mau menerima
pendapat orang lain)
7. Maag: (overthinking, memendam
amarah)
8. Pusing: (sering berpikir keras, curiga,
merasa paling benar)
9. Sering kencing: (takut akan
sesuatu tidak percaya diri)
10. Selalu ingin buang angin
setelah wudhu: (banyak membicarakan
hal yang tidak bermanfaat)
SBY 1 — 0 Jokowi + Prabowo
Dulu, jaman Presiden SBY, jika akan ada kenaikan BBM, mereka selalu kasih pengumuman ke publik soal kapan naiknya, berapa naiknya, kenapa harus dinaikkan harganya.
Tapi semenjak jaman Presiden Jokowi, pengumuman naik harga tengah malam, tanpa pengumuman publik, tanpa kasih kejelasan kenapa musti naik. Dan gaya itu terus dipakai sampai sekarang jaman Presiden Prabowo.
Sama rakyat sendiri aja kalian main sembunyi2 perihal hajat hidup orang banyak. Keterlaluan kalian!
Tahukan kalian kalau ini termasuk perbuatan zalim?
Semoga kelak hisabmu lama, Pak!! 😭
Saya hanya heran kenapa yg hadir tdk berani mengkoreksi dan malah bertepuk tangan. Ini sdh terjadi beberapa kali loh...please, kalau beliau salah bilang saja salah...
Pertamax di Indo: 16.250
UMR di Jakarta: 6 jt
BBM di Jepang: 20.000
UMR di Tokyo: 23 jt
😭😭😭
“Tapi pajak di sana juga gede loh….”
TAPI KAN GAK DIKORUUUPPP🫵🏻🫵🏻