@LambeSahamjja Harusnya omongan ini di sampaikan ke PLN pak bukan ke peternak atau masyarakat, lha wong bisnis utama PLN itu listrik , ini orang jubirnya PLN apa gubernur sih kok malah gak pro ke rakyat , lupa kah yg milih dia siapa
@twcint@xrenite Kaum lo jualan sate di tanah tetangga gw d tegur gak mau pindah d laporin rt sama polisi malah bw sajam ngajak kelahi, akhirnya ttngga gw bikin tulisan " silahkan buang sampah disini TTD pemilik tanah" ,
1bulan lebih ancam warga sktr akhirnya kompak warga usir ,
Makan tu oknum
@xrenite Susah dh kalo berurusan sama kaum itu,
Kenalan gw samping rumahnya di pake buat jual sate awalnya gerobak doang sampe sekarang jd warung pas di tegur suruh pindah malah keluar kata2 sakti a "semua punya gusti allah" , jd sy bebas jualan disini.
-_-
@KapudS640 Heran ya nikah kok biar ada yg urus , knp gak cari aspri aja???
Dari sudut pandang laki laki, sepertinya dia emg mau sama sepupu nya aziz itu tp gak nemu alasan kuat buat nikah lg , 😅🤣🤣
@SosmedAnu Lebih banyak dapat kalo ngemis dari pada kerja kak,
Ini hasil ngobrol ama pengemis di dekat kantor ku 😅
Pengemis ini dulu tukang cuci piring d resto, hasil ngemis sehari bisa 400- 700rb kalo jumat bisa 2x lipat katanya
@dicqtu Lah ini pernah kejadian di salah satu hotel besar yg sy handle, kebetulan pernah kerja d pest control, kamar udah d cleaning tinggal di disinfektan ternyata aromanya gak ilang pas di cari2 ternyata ada tai di dekat bingkai lukisan, padahal tinggi lokasinya kok bisa muncrat kesitu
TUMBUR SENGKOLO
Kisah horror ini bukan tentang sosok putih yang melompat di spion, atau tangisan perempuan di atas pohon. Ini tentang sesuatu yang lebih purba dari itu.
Ini tentang Sengkolo—hukum adat tak tertulis di tanah Jawa yang mengikat logika dan mistis dalam satu tarikan napas. Jika algoritma mempertemukanmu dengan tulisan misteri ini, luangkan waktu sejenak, kunci pintumu, dan bacalah sampai baris terakhir.
Karena setelah malam ini, caramu memandang kegelapan di jalan raya tidak akan pernah sama lagi.
@IDN_Horor@bacahorror@ceritaht
#kisahhorror #ceritahorror #urbanlegend
Cerita horor ini sudah di update ya.
Cerita ini bersetting 1949, dimana laskar perjuang harus kembali ke Jawa Barat setelah hijrah ke Yogyakarta.
Sebuah kelompok kecil memutuskan untuk berpisah, menyusuri pegunungan selatan agar menghindari Belanda.
Namun, bukan Belanda ditemukan, malah sesuatu yang misterius sehingga mereka harus bertahan hidup disana
kamu bisa baca duluan disini ya, gratis
https://t.co/LnEXGNBNow
@sosmedkeras Inget dulu punya nasabah model begini, begitu usahanya bangkrut bilang, " enak yg sekolah tinggi ya, kerja ikut perusahaan iya, punya usaha jg iya, ngertio biyen tak tutukne sekolahku mas'",
Setelah itu jual aset buat nutup hutang . . . .
@AkatsukiAlpha88 Gpp nder ak jg di utangin tmn pas ak chat d read doang, jd ak chat "gpp gak km bayar sekarang tp di akhirat nanti ku tagih 100x lipat ku ambil pahalamu "
😊
tercatat ada 8000 WNI yang sedang meminta proses pergantian kewarganegaraan dengan alasan:
- Gaji bagiakan langit-bumi
- dokter di Indonesia Rp10-30 juta, di Singapura Rp95-130 juta.
- Sama-sama dokter tapi dihargai 10x lebih tinggi di luar
- Pajak Indonesia nyekik 35% belum termasuk pajak tidak resmi dari oknum berseragam & ormas.
- Di Singapura cuma 24%, bersih, transparan
- Lapangan kerja tidak sesuai ekspektasi 7,24 juta pengangguran,
- lulusan pintar tidak terpakai di negeri sendiri
- Kualitas hidup jauh lebih baik di luar
- pola pikir terbuka, sistem lebih jelas, tidak ada pungli
- Negara tidak hilirisasi
- otak-otak cerdas Indonesia tidak dibutuhkan di dalam negeri, akhirnya dinikmati negara lain
- Negara kaya tapi rakyatnya kabur karena kekayaan dinikmati segelintir orang, bukan yang bekerja keras
tercatat ada 8000 WNI yang sedang meminta proses pergantian kewarganegaraan dengan alasan:
- Gaji bagiakan langit-bumi
- dokter di Indonesia Rp10-30 juta, di Singapura Rp95-130 juta.
- Sama-sama dokter tapi dihargai 10x lebih tinggi di luar
- Pajak Indonesia nyekik 35% belum termasuk pajak tidak resmi dari oknum berseragam & ormas.
- Di Singapura cuma 24%, bersih, transparan
- Lapangan kerja tidak sesuai ekspektasi 7,24 juta pengangguran,
- lulusan pintar tidak terpakai di negeri sendiri
- Kualitas hidup jauh lebih baik di luar
- pola pikir terbuka, sistem lebih jelas, tidak ada pungli
- Negara tidak hilirisasi
- otak-otak cerdas Indonesia tidak dibutuhkan di dalam negeri, akhirnya dinikmati negara lain
- Negara kaya tapi rakyatnya kabur karena kekayaan dinikmati segelintir orang, bukan yang bekerja keras