Di Muhammadiyah tak ada istilah habib dan sejak dari tahun 1995 dalam struktural kepengurusan Muhammadiyah juga tak lagi memakai gelar kyai apalagi gus.
Muhammadiyah lebih mengedepankan gelar yg diperoleh dari instusi pendidikan formal bukan berdasarkan keturunan siapa.
Nabi Nuh punya anak seorang kafir.
Nabi Ibrahim punya ayah seorang kafir.
Garis keturunan tak bisa menjadi jaminan.
Pernyataan ini tak ada hubungannya dengan video.
Kecuali anda faham yg saya maksud.
Siapa belum ngantuk? Ini ada video yang isinya trivia singkat perihal Kopdes Merah Putih dari Mba Diana Nurindrasari sama Mas Harkan. Kabarin ke kami yaa kalo kalian tercengang;)
gimmick bgt pengen ganti buku-buku sekolah pake alasan kertasnya jelek dan tulisannya terlalu kecil 🤣😹
sudah pd lupa kah kalau pak presiden (dan adiknya) punya investasi yg sangat sangat sangat besar di pabrik kertas! 😁
dulu awal 2000an (setelah dipecat dari militer), pak prabs membeli sebuah pabrik kertas raksasa di kalimantan yg kemudian diberi nama "kertas nusantara".
perusahaan ini dulunya milik bob hasan, koruptor kelas hiu martil di era orba, luas asetnya lebih dari 3rb hektar, dan punya ijin konsesi hutan tanaman industri (HTI) utk mengelola & memanen kayu2 di hutan kalimantan.
waktu itu, utk membeli perusahaan itu, pak prabs butuh dana fantastis: 1.8 triliun rupiah.
pak prabs memakai uang pinjaman dari bank mandiri, dan dibantu oleh pak jusuf kalla dalam proses pengajuan pinjamannya.
sbg catatan, pinjaman raksasa ini pernah dianggap bermasalah dan pernah disidik oleh kejagung atas dugaan tindak pidana penyuapan, tapi kemudian dihentikan kasusnya.
apesnya buat pak prabs, investasi jumbonya ini juga tidak berjalan sesuai harapan.
bisnis tdk berjalan lancar, dan pak prabs mulai kesulitan melunasi pinjaman bank. untungnya beliau punya adik baik hati yg cuannya melimpah ruah dari hasil berbisnis minyak di kazakhstan. pak hashim datang menjadi penyelamat dan menalangi semua pinjaman.
sampai sebelum pilpres 2024, kondisi pabrik ini sebetulnya masih memprihatinkan, pernah terancam pailit, banyak pekerjanya yg diberhentikan, dan mati suri.
tapi sekarang, sepertinya kondisi akan segera berubah. pak prabs dan adiknya sudah menginvestasikan dana yg sangat besar di sini, maka inilah saatnya mengembalikan kejayaan kertas nusantara! 😬👍🏻
KATANYA masalah ruang ganti. Masuk Kluivert dgn kultur Belanda dirasa cocok dgn pemain diaspora Belanda. Hasilnya gagal.
KATANYA kendala bahasa, masuk John Herdman bisa english. Hasilnya gagal juga.
Belum lagi narasi pelatih gk pernah nonton liga lokal.
Jadi, masalah2 tersebut benar adanya atau cuma karangan saja?
Emang masih better ketumnya beliau.
Betul apa kata Asnawi. Walaupun kadang kocak, beliau tetap bisa bikin semua kompetisi berjalan, termasuk Liga Putri!
Kalau kalian, lebih pilih ketum dulu atau sekarang?
Dulu era STY hobi banget kritik STY karena ngga mainin Eliano. Sekarang pas Eliano main dia mempertanyakan kualitas Eliano.
Ada-ada saja pundit satu ini😂
beliau ini udah sering blunder dari dulu, jadi inget waktu dia dateng ke kediaman pak SBY saat ibu ani meninggal. dia masih bahas politik dan infoin didepan media kalau ibu ani memilih beliau saat pemilu. pak SBY sampe klarif dan mengecam tentang statement pr4bowo yang dinilai tidak elok 🙃
Perlu diingatkan lagi, Joko Widodo berulang kali menyatakan proyek KCJB menggunakan skema business to business (B2B), sehingga tidak menggunakan APBN dan tidak memerlukan jaminan pemerintah.
Luhut Binsar Pandjaitan, sebagai Menko Kemaritiman dan Investasi, berkali-kali menegaskan bahwa utang proyek tidak akan dibayar menggunakan APBN dan mengkritik pihak yang menyebut proyek itu akan menjadi beban negara. Bahkan pada 2025 ia kembali mengatakan tidak pernah ada permintaan agar utang Whoosh dibayar memakai APBN. (tautannya: https://t.co/CJjEJwqPn4)
Sejumlah pejabat KCIC dan kementerian pada masa itu juga konsisten menyampaikan narasi bahwa proyek bersifat komersial (B2B) sehingga risikonya berada pada perusahaan, bukan negara.
Tak terhitung juga para politisi dan buzzer pendukung Jokowi saat itu yang menyampaikan narasi ini dan menyerang mereka yang mengritik KCIC. Jika sejak awal proyek dijanjikan sepenuhnya B2B tanpa membebani negara, mengapa kini penyelesaiannya harus diambil alih pemerintah?
Bagaimana pertanggungjawabannya? Kemana mereka sekarang?
Kalau LBP sih masih punya jabatan sih.
Prabowo dipuji PM Thailand sebagai icon militer serta sebagai role model para jendral didunia
Pujian itu diselingi dengan meminta Indonesia untuk lebih banyak import susu, daging, dan beras dari Thailand
Top global ngolah dipegang PM Thailand 🗿🗿🗿
Di negara lain, pertandingan klub dengan rivalitas tinggi sistem keamanan diperketat.
Kalau di planet namex, pertandingan dgn rivalitas tinggi otomatis tanpa penonton. Pdhal gaji pihak keamanannya naik terus.