Yanh perlu kita diskusikan bukan cuma “apakah mereka salah?”, tapi juga “kenapa publik merasa berhak menghukum seseorang lebih keras daripada lembaga resmi?”
Karena sering kali, yang paling menakutkan bukan pelanggarannya, tapi nafsu kolektif untuk menyaksikan orang lain hancur.
Sbg minoritas Indon, gw suka kesel.
Di US, kelompok2 minoritas banyak yg paham kalo mereka perlu bersatu & solid.
Contoh: Politikus Muslim di US banyak yg Pro-LGBT dan sebaliknya banyak juga.
Di sini? Minoritas isinya fasis2 yang kebetulan ditindas oleh fasis yang lebih besar.
It's called scapegoating. Di waktu krisis, pemerintah butuh kambing hitam. Biasanya kelompok yg bisa disalahin buat ngalihin amarah publik. Mereka harus berbeda & lemah secara politik. Mereka sama sekali ga salah, yg penting semua orang marah ke mereka, bukan ke pemerintah
ALSO today @komuniche nyamperin a homophobe langsung ke Bogor. Sempet ngeludahin dan melukai pergelangan tangan doi. Tp otherwise... dia PENGECUT. As expected, berkoar-koar mau "memusnahkan" LGBT di onlen doang. Manusia2 tolol emg. Respect comrade @komuniche 🫡🫡
Hi queer folks 🫶
Saat ini, serangan ke komunitas queer semakin tinggi (e.g. persekusi di PNJ). Temen-temen queer rawan menjadi korban perundungan, termasuk di ranah daring.
Karena itu, aku mau berbagi referensi keamanan digital. Semoga berguna, dan semoga kalian tetap aman 🫡
Klinik kesehatan seksual andalanku kebakaran todei. Saw the incident firsthand as I was buying some protein drink from a nearby Indomaret. No less than 15 fire trucks lined up on Bangka St where I live. Is this a hate crime? 🤔