Langkah kongkret Afi Kalla agar para pengusaha di daerah tidak hanya bergantung pada pembiayaan konvensional, melainkan mampu mengoptimalkan peran pasar modal dan investasi strategis.
📸‼️Afi Kalla dalam visi pencalonan Ketua Umum BPP HIPMI menyoroti langkah transformatif bagi pengusaha muda melalui fokus hilirisasi IKM, permodalan inklusif, dan ekspansi pasar regional.
Visi ini berakar pada keyakinan bahwa pemerataan ekonomi harus didorong dari tingkat daerah hingga global.
Afi Kalla menekankan bahwa kemandirian ekonomi nasional harus dicapai melalui hilirisasi industri yang merata hingga ke level Industri Kecil Menengah (IKM) dan pemanfaatan sentuhan lokal.
Afi Kalla adalah figur yang tepat memimpin BPP HIPM
Maju dalam kontestasi pemilihan Ketua HIPMI, Afi Kalla siap mentransformasi HIPMI menjadi konektor tangguh yang menjembatani para pengusaha muda dengan kebijakan pemerintah, sekaligus membuka gerbang emas menuju ekosistem bisnis global.
Luar biasa, menyala Mas Afi🔥
Dulu banyak yang meragukan, sekarang hasilnya mulai terlihat nyata. Dari kawasan rawa yang dianggap sulit dimanfaatkan, kini berubah menjadi lahan produktif yang telah menghasilkan panen hingga tiga kali sejak pembangunan dimulai.
Apa pun pro dan kontranya, fakta di lapangan menunjukkan bahwa program ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat dan sektor pertanian. Produktivitas meningkat, lahan yang sebelumnya terbengkalai mulai menghasilkan, dan harapan baru tumbuh bagi para petani di daerah tersebut.
Pernyataan Mentan Amran Sulaiman menjadi bukti bahwa pembangunan PSN Wanam bukan sekadar wacana, tetapi telah menunjukkan hasil yang bisa dirasakan langsung. Jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin kawasan ini akan menjadi salah satu lumbung pangan yang penting di masa depan.
Menuju Papua Selatan Sebagai Lumbung Pangan Masa Depan!
Komitmen penuh untuk kesejahteraan petani Indonesia bukan sekadar janji, tapi aksi nyata! Melalui program Optimalisasi Lahan Rawa (Oplah) seluas 40.000 hektar di Distrik Kurik, Merauke, modernisasi pertanian benar-benar dihadirkan langsung ke baris terdepan.
Tidak tanggung-tanggung, bantuan traktor senilai total Rp1 Triliun dikirimkan gratis demi mendongkrak produktivitas dan pendapatan para petani kita secara signifikan. Dari rawa menjadi lahan produktif, dari kerja keras menjadi kesejahteraan yang melimpah.
Mari bersama-sama kawal kemandirian pangan bangsa!
Menarik,
Saat sebagian pihak bicara "eksodus" di Wanam, warga yg diwawancarai malah bicara tentang harapan, pekerjaan, perputaran ekonomi dan masa depan yg lebih baik.
Kritik memang penting, pengawasan itu wajib. Tapi suara warlok juga harus mendapat ruang yg sama..
Anak adalah satu-satunya "titik temu" di mana ayah dan ibu memiliki cinta yang sama besar, sehingga bisa menjadi jembatan untuk berkomunikasi lagi.
Anak bisa menjadi motivasi bagi orang tua untuk berdamai, tetapi anak tidak boleh menjadi alat untuk mendamaikan.
Hampir mirip dengan yang dialami sarwendah.
Kesaksian dari pihak yang setiap hari melintasi wilayah Papua dari udara menunjukkan gambaran yang berbeda.
Hutan Papua masih membentang luas dan hijau, jauh dari kesan seolah-olah seluruh kawasan telah diratakan demi proyek pembangunan.
Justru yang di pakai itu rawa2 yang jelas lahan tidur di olah sehingga menjadi lahan produktif sehingga masyarakat lokal pun ikut menikmati hasilnya
STOPLAH MENYEBARKAN BERITA YANG TIDAK BENAR SEHINGGA MENIMBULKAN POLEMIK YANG TIDAK BERKESUDAHAN