@dedesatrya@FaktaSepakbola Berbagai macam model pembinaan pemain muda sudah pernah dicoba, ada model Indonesia Pelajar, Ragunan, Bareti, Primavera, Indra Sjafrie, Garuda, SSB dan lain sebagainya yng saya ngak tau, rasanya dari dulu pemain muda Indonesia cerah saat remaja mandek saat senior, terus berulang
KIDNEY FAILURE at the age of 30.
Runs half-marathons.
Perfect diet.
No smoking. No alcohol.
But ONE common over-the-counter habit quietly suffocated his kidneys in a matter of days.
A medical thread on what actually happened 👇
Israel killed Farizal in South Lebanon.
He wasn’t a fighter — he was a UN PEACEKEEPER from Indonesia.
A father. A husband.
Israel killed him anyway.
And not a peep from Western media.
No global outrage. No condemnation. No accountability.
Canadian. British. Australian. Polish. Indonesian. American. Finnish. And more. They came from around the world to protect children.
The IDF killed them all.
Ah yes the jewish terrorist who blew up the King David hotel, executed British police, and committed the Deir Yassin massacre on innocent civilians
This is who jews look up to and appointed prime minister of Israel
Kalau perangnya lama para Raja di Jazirah Arab sangat mungkin bakal pada tumbang (Oman bakal jadi satu satunya kerajaan), bisa jadi tatanan baru di Asia Barat
@Dyanasthasia Nih di Korea 2 tahun lalu. Untung gw masih sempet ngacungin jari tengah tuh! Mereka warganya banyak yg penyepong israhell macam presiden kite sih emang ye.
Pertama, saya bukan "profesor termuda di Indonesia", ataupun di luar Indonesia.
Kedua, poin yang saya sampaikan adalah bagaimana kontrol kualitas pendidikan seharusnya dilakukan, tergantung pada kerangka konseptual yang kita pilih: apakah pendidikan diperlakukan sebagai hak warga negara atau sebagai komoditas jasa. Saya tidak mendorong salah satunya, tetapi mempertanyakan konsistensi berpikirnya.
Jika pendidikan diperlakukan sebagai komoditas jasa, maka secara logis ia menuntut mekanisme perlindungan konsumen. Jika ia diperlakukan sebagai hak, maka ia menuntut regulator negara yang kompeten dan berwibawa. Pertanyaannya sederhana: kerangka mana yang sebenarnya kita pilih, dan apakah institusinya sudah disiapkan secara serius?
Ketiga, tidak ada seorang pun di sini yang berargumen untuk menyalin sistem asing. Yang sedang dibahas adalah koherensi prinsip dan desain kelembagaan, bukan imitasi kebijakan.
❗️Update Penyaluran Donasi❗️
“Tim Humanies Project terus melakukan penyaluran bantuan sembako dan logistik dengan menyusuri jalur sungai menuju wilayah terdampak di Aceh Timur, demi memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang sulit diakses melalui jalur darat.”
Yuk lanjutkan dukunganmu di: 🔗 https://t.co/T9V7jXWovS