RELATE BGT.
Suamiku super hands on ke anak. (I'm lucky I have him) tp ternyata tidak menjamin ga ada pikiran2 aneh di kepalaku.
Bahkan krn suamiku jg hands on, aku jg check on him. Dia baby blues ga ๐
Namanya bayi ya. Nempel 24 jam non stop ke ibu bapaknya. Itu GILA BGT RASANYA.
Ada di momen2 tertentu aku pingin masukin kepala di dalam bak air. Biar ga denger suara apa2 lagi.
Kaya pingin tenggelemin kepala aja. Tapi gak aku lakuin. Karena setiap saat suamiku selalu nanya, 'You okay? You need what? You want to be alone?' Padahal at the same time dia yg ngurus anak.
Dia yg mandiin. Dia yg nidurin. Bahkan dia kadang ngasi ASI via sendok kecil krn payudaraku kesakitan setiap saat harus mengASIhi anak.
Ada momen kita berdua sama2 mau gila, kita minta ibu aku untuk gendong anak kami sebentar. Kita cuma baring aja di kamar berdua sambil napas dan dengerin musik. Dapet santai 15 menit abis itu pegang anak lagi.
Pokoknya gila deh.
Buat aku, sosok Ibu dan Bapak yg hands on sama anak itu luar biasa. Terutama Ibu ya. Berbaik hatilah sama Ibu. Mungkin itu kenapa ada istilah surga di telapak kaki ibu, karena dia bukan cuma korban nyawa buat ngelahirin anaknya. Tapi dia ngorbanin jati diri dia seutuhnya.
Badan seisi2nya berubah. Isi kepala seisi2nya berubah.
Mau dipermak pake operasi plastik dan olahraga pun, kalo uda jadi IBU, semua BERUBAH. Can't explain
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Rekap 20 pelajaran hidup ala Bang Radit:
1.Jadi orang nyeleneh dikit? Santai aja, itu bukan dosa.
2.Stop julid, hidup lo bakal lebih tenang.
3.Kita tuh nggak sepenting itu di hidup orang lain, jadi chill aja.
4.Hidup simpel itu underrated banget.
5.Kerjaan berat jadi enteng kalau dicicil pelan-pelan.
6.Kerjaan juga lebih ringan kalau dikerjain bareng.
7.Ide nggak bakal keinget kalau nggak ditulis.
8.Belajar dari yang udah jago, biar nggak muter-muter.
9.Tapi kadang belajar dari yang โnggak tau apa-apaโ juga buka perspektif baru.
10.Bengong dikit itu bukan buang waktu, itu bagian dari mikir kreatif.
11.Waktu tuh bukan dicari, tapi dibikin.
12.Uang bisa dipakai buat โbeli waktuโ, manfaatin.
13.Jangan lupa have fun, hidup bukan cuma kerja doang.
14.Coba hobi baru, itu cara paling gampang biar hidup kerasa fresh lagi.
15.Kejar momen-momen berkesan, bukan cuma pencapaian.
16.Jangan ambil keputusan pas lagi emosi, fix sering nyesel.
17.Kadang harus berani bilang โiyaโ ke hal yang biasanya lo tolak.
18.Tapi di sisi lain, belajar bilang โnggakโ itu penting banget.
19.Main game = cara paling gampang buat kabur bentar dari realita.
20.Dapat kritik? Artinya masih ada ruang buat naik level.
Belakangan lagi ramai soal brand baju muslim yang jual harga selangit tapi bahannya bikin simulasi api neraka. Katanya "Premium Silk", "Crepe", "Wolfis", padahal aslinya... POLYESTER. Mari kita bedah kenapa ini bikin emosi
untuk semua perempuan kalian harus tau kalau..
1. Susah kurus : fiber drink
2. Kulit keriput : astaxanthin
3. Perut buncit: fitlogy tea
4. Ketiak hitam : glycolic acid
5. kusam & pori2 besar : masker BOJ
6. Kulit jerawatan : tamanu oil
7. Gigi kuning : colgate