Setelah semalam minta rekomendasi film favorit para mutualan yang mungkin belum pernah kutonton.
Kali ini aku mau rekomendasikan film-film plot twist underatted yang endingnya gak ketebak dan aku suka.
Tweet ini mengandung spoiler.
A Thread
Bisa. Sebagian cerita dari Mr. Cob ini lebih relate perihal "penyihir yang menyesatkan para pelancong dan menculik anak-anak dan merobek bagian tubuh mereka."
Kalau kita denger itu sambil liat ilustrasi pas dialog itu diceritakan, ini bakal terdengar mirip sama misteri ke depannya. Apalagi di ending kita sedikit ngelihat adegan "Grotesque" yg gak nyaman.
Inilah hebatnya film horor yang gak cuma ngandelin jumpscare. Dia bakal nyimpen detail kecil horor, tapi tanpa ada unsur musik menegangkab atau ketakutan-ketakutan di dalamnya.
Namun pas eksekusinya justru bikin kita gak nyaman dan merinding.
Jujur aku lumayan kaget pas scene cewek baju kuning di belakang Ohm, Pak. Wkwk
Selamat pagi, guys! Gimana paginya, semoga lancar ya!
Sesuai janji, aku mau nulis review film Hokum sesuai apa yang sudah aku tangkap selama nonton, dan gimana feeling gak nyaman dengan atmosfernya.
A thread ...
@KickyWentz Setuju. Horor yang unggul bukan cuma dari jumpscare yg ketebak.
Hokum ini gak ada jumpscare, tapi tiba-tiba bikin jantung pengen copot
Apalagi sosok si baju kuning wkwk
Hadir, Min!
Jujur gak ada alasan pasti pada awalnya. Soalnya ketika temen-temen pas SD udh pada ngumpet-ngumpet mau ngerokok, gua sendiri ngerasa gak mau merokok aja karena dari asapnya aja baunya gak enak.
Sampe akhirnya 2006 kenal Pildun dan Timnas Italy, gua tuh pengen jadi pemain bola. Dari situ meyakinkan diri gak pengen merokok. Dan alhamdulillahnya meski gak sampe di Kancah Liga 1, setidaknya pernah ngerasain di kontrak Club sepakbola Liga 3. Dan ketemu sama pelatih yg kaya bapak sendiri.
Setiap abis latihan sore, selalu ngobrol sama dia. Diceritain kalau dulu dia tuh perokok aktif sebelum di sepakbola (di luar ngelatih, dia pengusaha). Dan dia cerita kalau udh total gak merokok lagi, alasannya karena kesehatan dia dan keluarga dia.
Dari situ juga jadi alasan lain gua mutusin sampe kapanpun gak akan menghisap rokok. Gua mau tubuh gua sehat, dan keluarga gua juga ikutan sehat kelak.
@UnitedAsk Lewis Hall sih yg pasti min. Mumpung masih ada dana segar Hojlund dan saingannya sama Arsenal. Mending cepet²an ambil suksesor Luke Shaw ini
@tirta_cipeng Anjiiir slogannya "jaya jaya jaya"
Udah kaya pejabat ae Dok wkwk
Dadi wong wis mumet, ditambah menterine pada ora bener. Wes emang paling bener dadi tawon ae Dok wkwk
Horor psikologi kaya gini justru yang bikin aku tertarik banget buat diikutin, apalagi dengan endimg yamg menurutku cukup bikin banyak penonton berspekulasi liar.
"Ini film udah selesai, kah? atau Bakal dilanjutin?"
Meskipun misteri dari penyebab hilangnya Fiona sudah terbongkar di akhir film. Tapi untuk aku sendiri merasa kalau film ini masih bisa dilanjutkan dengan beberapa misteri yang masih menggantung.
Apa yang sebelumnya pernah terjadi dengan kamar itu?
Siapa penyihir yang dimaksud oleh Fiona di awal film?
Dan apa yang terkubur di ruang bawah tanah dari hotel tersebut?
Setelah Ohm memasuki kamar tersebut dia merasakan ada sesuatu yang janggal dari ruangan ini, bahkan kita sebagai penonton akan langsung dibuat jantungan mulai dari sini.
Yang sebelumnya kita tahu bahwa Ohm sudah ditinggal Ibunya karena terbunuh saat dia usia 10 tahun, akhirnya kita mulai tahu kejadian sebenarnya.
Kejadian yang menimpa Ibunya adalah sebuah kecelakaan dari penggunaan pistol oleh Ohm sendiri yang tidak sengaja menembak kepalanya hingga isi kepalanya berceceran. Ayahnya sejak saat itu mulai membenci keberadaan Ohm hingga tidak menganggap dia sebagai anaknya lagi.
Di sini lah sisi horor dari film ini, saat Ohm akhirnya mampu masuk ke kamar tersebut dan menemukkan kebenaran dari semua teka-teki yang hampir terlewati seandainya dia memutuskan untuk ke Bandara dan kembali pulang seperti instruksi Mal.