Belajar dari kemarin,hidup untuk hari ini,berharap untuk besok. Yang penting tidak berhenti untuk bertanya. Dan kesalahan yang paling besar bukan kegagalan,tetapi berhenti dan menyerah begitu saja.
@demaiainska
#BANGGARMSAID#RMSAIDMUDA#PBAKUINSURAKARTA2021#KAMPUSKUBERSAHABAT
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya."(QS Al Ahzab: 56)
#rmsaidmudauntukbangsa
Harrol waba il hathimah "aku berharap diselamatkan dari panas derita yang bikin sengsara"
Aku berharap, berusaha, dan berdo'a :)
#RMSAIDMUDAUNTUKBANGSA
@demaiainska
-Untuk mendapatkan anugrah adalah sesuatu keberuntungan yang sangat sempurna ,kita berdoa untuk suatu anugrah demi keadaan yang indah dan Nyaman-
#RMSAIDMUDAUNTUKBANGSA
Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak sepuluh kali, serta menghapus sepuluh kejelekannya."
Tambah keberkahan hidup dengan bershalawat
#RMSAIDMUDAUNTUKBANGSA
"Pikir dan zikir jangan dipisahkan. Pikir tanpa zikir tertipu. Zikir tanpa pikir keliru! Jangan mencari yang tersirat hingga menghampiri yang sesat".
#RMSAIDMUDAUNTUKBANGSA
Sholawat nariyah adalah salah sayu sholawat yang keistimewaannya sebagai pembuka pintu rezeki.
manfaat sholawat nariyah
1. dapat meringankan masalah dan menghilangkan kesedihan
2.sebagai amalan pembuka rezeki yang tidak akan putus
3. diberikan kemudahan dan segala urusannya
4. menjadi doa untuk dikabulkan hajatnya
5. dilindungi dari segala macam penyakit dan marabahaya
Dengan rutin membaca sholawat Nariyah sebanyak 90 kali setiap harinya, maka Allah mengangkat kedudukan dan dimudahkan rezeki.
Kemudian kami juga membaca Sholawat Lil Khomsatun
shalawat Li Khomsatun adalah sebuah syair dalam kitab Majmu’ah al-Ahzab al-Syadziliyah, Juz 2, halaman 505 dalam bab daf’ut tha’un yang dipercaya mampu menolak wabah.
Syair ini berisi pujian terhadap keluarga Rasulullah SAW
yang memiliki khasiat menghindarkan pembacanya dari segala wabah penyakit yang sedang melanda. KH Hasyim Asy’ari, sang pendiri Nahdlatul Ulama pernah mempraktikkan ini kepada santrinya serta diijazahkan kepada masyarakat ketika pada saat itu negeri sedang dilanda wabah pagebluk.
yang memiliki khasiat menghindarkan pembacanya dari segala wabah penyakit yang sedang melanda. KH Hasyim Asy’ari, sang pendiri Nahdlatul Ulama pernah mempraktikkan ini kepada santrinya serta diijazahkan kepada masyarakat ketika pada saat itu negeri sedang dilanda wabah pagebluk.