salah satu alasan kenapa menurut gue dosa suharto sangat immeasurable. karena dia mengeliminasi satu generasi intelek di indonesia yg bikin sdm kita punya gap dan smp sekarang affecting how we develop. demi Allah jahat banget.
Hp aku di cek sama ponakan aku, karna dia nanya aku punya pacar/gebetan ga, ak jawab “gada” dan ga percaya. Aku suruh lah cek hp ku, kalo nemu chat dr cowo yg mesra ak kasih thr.
di cek bnrn ama ni bocil, bnrn di cek sampe ke log panggilan, aku lupa hapus history nya (ga kepikiran bkl di cek)
dia nemu sesuatu yg adalah pokoknya, ngamuk dia, “kamu slipkoll ini, kamu ini, kamu itu” dan untung nya ak blm clear chat nya, aku suruh dia baca.
after dia baca, aku dpeluk dan aku dikasih thr sama dia, ditenangin bgt aku sama anak bocil ini, suddenly dia blg “aku sedih melihat kisah cinta mu onty, nanti kita beli mixue yaaa biar kamu happy”
babi.
Di kereta api sering ditemui sih, penumpang biasa yg ga nanggung2 coy cosplay masinis dg atribut lengkap. Meskipun keliatan banget gadungan tapi dia beli tiket jadi dibiarin aja ga sampe ditindak. Pelaku seringnya cowok-cowok usia 4 sampai 8 tahun
ya allah lindungilah hamba dari godaan applying the jobs that i don’t actually want out of desperation and scarcity state of mind dan mudahkan jalan hamba berjodoh dengan the job that i don’t mind to partake in the long run AMIN
EVALUASI MBG!
⛔ Guru repot mengatur MBG:
-membagikan
-mengikat
-mengumpulkan
-memastikan habis
-dipaksa mencicipi
-mengganggu jam ajar
⛔ sekolah terbebani tanggung jawab: -jika tempat makan hilang
-jika makanan tersisa
-jika keracunan
⛔ Orang Tua:
- tidak ada jaminan sehat
- resiko anaknya keracunan
⛔Siswa beresiko:
- tidak enak
-basi
-keracunan
-terganggu belajar karena ketiganya
Kenapa perlu dihentikan:
Ketika terjadi MBG basi/keracunan:
✅ tidak ada tindak lanjut
✅ tidak transparan
✅ tidak ada penjelasan
✅ tidak memperlihatkan adanya sanksi
Masyarakat/ orang tua, sekolah, guru dan siswa adalah pihak yang paling dirugikan. Padahal keempatnya adalah penerima program yang tidak terlibat dalam proses produksi MBG.
Makan bergizi adalah mandat kementerian kesehatan, dan makan sekolah (school meals) adalah kegiatan penunjang di sekolah dalam mendukung pembelajaran.
Ketika MBG malah beracun dan mengganggu proses belajar di sekolah, maka MBG harus dihentikan karena sistem pengawasan, dan mekanisme yang diatur kementerian kesehatan tidak dijalankan.
Sampai detik ini BGN belum pernah mengumumkan penyelidikan atas keracunan MBG, kemudian memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang bersalah. Sementara siswa, guru dan sekolah selalu dipersalahkan atas keracunan masal.
Jika ini diteruskan, tanpa pengawalan, pengawasan, dan evaluasi, kami khawatir keracunan akan semakin membesar.
Pemerintah harus bertindak cepat sebelum matahari terbit besok pagi, ketika MBG datang ke sekolah.
Ingat, MBG datang ke sekolah untuk membantu anak-anak kita belajar, melalui tambahan gizi, bukan tambahan racun.