ya btul.
micin mengandung senywa natrium dan kalium yang bisa merangsang pertumbuhan tanaman. kandungan nutrisi di dalem micin ini biasanya untuk pertumbuhan vegetatif. daun nya tampak lebih hijau, lebar, kekar seperti ade ray. nah unsur natrium dalam dosis yang pas bisa mngtur kadar air di tanah, batang cabe jdi kokoh sama sistem perakaran nya lbih kuat mnyerap unsur hara. ga cuma masa prtumbuhan vegatif yah, micin juga bisa mningkatkan tnaman di fase generatif dengan sdikit asupan nutrisi tmbahan bungan tidak mdah rontok dan bisa menghasilkan buah cabe yang maksimal. boleh dicoba dirumah yah, yang gaboleh masukin cabe ke mata kmu
The same bottle design used for wasp traps works for flies — just change the bait. Five minutes to build, no chemicals, and it targets house flies, fruit flies, and compost flies without any risk to bees or other beneficial insects. 🪰
How to build it:
Cut a 2-liter plastic bottle about two-thirds of the way up. Invert the top section and fit it back into the bottom half like a funnel pointing downward. Tape or wire the two sections together to hold the funnel in place.
The bait:
- 1/4 cup apple cider vinegar
- 1/2 cup warm water
- 1/2 cup white sugar
- 1 teaspoon salt
Mix and pour into the bottom chamber. Flies enter following the smell and can't navigate back out through the narrow inverted funnel opening.
Where to place it: near a compost bin, garbage area, or anywhere fly pressure is high. Keep it in the shade — direct sun heats the liquid, speeds fermentation, and shortens the effective window.
Refresh the bait every five to seven days. The trap loses effectiveness as the liquid ferments out and the attractant fades.
One honest note: bottle traps are effective at reducing fly populations near a specific point source — compost, waste areas, outdoor dining. They won't eliminate flies across a yard. Used consistently near the problem area they make a real difference in fly pressure. No insecticides, no cost past the first build.
#PENTING
Izin edukasi pertolongan yg lebih tepat yaa 🙏🏻
Klo kita liat ada org tbtb ga sadar, bisa jd dia serangan jantung, kejang, strok, atau pingsan biasa.
Terus gmn cara taunya? Gmn cara bedainnya? Pertolongan pertama utk masing2 gmn?
Baca & bookmark utas ini! Kita belajar bareng!!!
guys katanya x emang lagi pembersihan masal. banyak akun yg ilang. jadi, buat next eps tetep harus hati hati ya. soalnya nggak menjamin akun kita bakal tetep aman. takutnya emang timing pas kita naikin ht bertepatan sama pembersihan masal ini
PES 03-13: https://t.co/0SubECEzcw
PES 14: https://t.co/zf59JyOr9j
PES 15: https://t.co/lLpBAcGFQA
PES 16: https://t.co/s4EYY3VKJS
PES 17: https://t.co/Kh5reTcPxp
PES 18: https://t.co/2U6Nn0jX4V
PES 19: https://t.co/ZXbrzGUHSK
PES 20: https://t.co/XwIgOF9fsh
membungkus daging dgn daun pepaya untuk membuatnya empuk adalah FAKTA. Daun pepaya mengandung enzim papain yang mampu memecah serat protein kolagen dalam daging, sehingga teksturnya menjadi lebih lunak, lembut, dan tidak kaku. jadi misal ada congor tetangga mu yang lemes tu berati kebanyakan dibungkus pake daun pepaya
Wah rame Konten Web pake Claude bikinan Eliska ( 11yo ), sampe sepuh sepuh pada mampir dan tinggalkan jejak.
Sekalian dong bantu review Web app Rosi karya Anak pertama saya, Genova ( 13yo )
Selama ini mereka belajar mandiri dan tertutup, berbeda terbaik dengan komunikasi yang super aktif.
Mesti ada masukan dari para senior, biar dia belajar, katanya mau coba 2000 orang yg test.
linknya https://t.co/C3A0PPgHvS
Follow akunnya juga @4Anakmasadepan ( diawasi ibunya )
Ditunggu ya mas bro, jangan ragu komen dan kasih masukannya.
Pakai teknik 777. Ini teknik yang sering kulakuin. Caranya gini:
1. Masukin telur 2-5 butir.
2. Kasih 7 sendok air, ya bener 7 sendok aja cukup.
3. Masak selama 7 menit pakai api yang minimum, tutup rapat.
4. Setelah 7 menit, masukin ke air dingin 7 menit.
Selamat mencoba!
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Buat kalian yang masih mutualan dan interaksi sama akun-akun ini mending block report sekarang juga.
Pemiliknya sama, pelaku pelecehan dan pedofil yg suka minta pap ga senonoh ke underage. Masih mau dukung pelaku pelecehan?
Karena di kolom komen ada yg bilang :
“garam dan gula bukannya ada exp di cetakan kemasannya”
Ketika kita membeli sebuah produk makanan kemasan, biasanya dalam kemasan akan tertera salah satu dari 3 ini :
1. expired date
2. best before ataupun
3. use by date.
Sebenarnya apa sih bedanya?