Kadang Kita Dipertemukan Dengan Seseorang Yang Bikin Kita Nyaman..
Tapi Sayang....!!
tidak ditakdirkan untuk terus bersama.
Menepis Bayang Kasih🎶Rita Effendy
Wakapolri 2013-2014 Komjen (Purn) Oegroseno mendapat perlakuan tdk mengenakan dari juniornya di Polda Metro Jaya saat mendampingi tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Perlakuan apa yang diterima Oegroseno?
Hidup sendiri dengan kondisi lumpuh tidak membuat bapak ini menyerah. Dengan keterbatasannya, ia kreatif membuat alat bantu sederhana untuk merawat diri sendiri.
Dibantu tetangga yang merekam aktivitasnya, ia kini aktif membagikan konten penuh tips dan semangat untuk sesama pejuang disabilitas.
Semoga segera diangkat penyakitnya dan selalu diberi kekuatan, Pak Ariadi. Amin. 🥹❤️
Prabowo Bertekad Memulangkan 10.000 Triliun Rupiah Dana Luar Negeri ke Tanah Air! 🇮🇩
Negara tetangga dan beberapa "safe haven country" mulai merasa was-was !
Merekalah yg membuat kegaduhan di Indonesia bekerjasama dg para bajingan politik, koruptor dan aktivis mahasewa.
Nama Dandhy Laksono kembali menjadi perhatian publik setelah merilis film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita. Sutradara dan jurnalis investigasi kelahiran Lumajang ini dikenal lewat sejumlah film dokumenter yang kerap mengangkat isu sosial, politik, dan lingkungan, namun juga tidak jarang memicu perdebatan di ruang publik. Lulusan Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran tersebut mengawali karier sebagai jurnalis sebelum mendirikan rumah produksi WatchDoc pada 2009. Beberapa karya yang membuat namanya dikenal luas antara lain Sexy Killers, Dirty Vote, Dirty Vote II O3, hingga Pesta Babi. Selain karya-karyanya, Dandhy juga beberapa kali menjadi sorotan karena berbagai kontroversi, mulai dari kasus hukum hingga kritik terhadap isi film dokumenternya. Terbaru, namanya kembali ramai diperbincangkan di tengah polemik seputar film Pesta Babi yang menuai beragam respons dari masyarakat.
1. Masih percaya Film Pesta Babi?
2. Masih percaya hasutan buser kalo Haji isam menguasai 1 jt lahan cetak sawah?
3. Masih percaya hoaks Cetak Sawah dg cara merusak hutan?
Catatan ;
1. Realita di lapangan beda jauh dg film Pesta Babi
2. H. Isam hanya kontraktor cetak sawah tanpa memiliki sejengkal tanahpun
3. Itu lahan rawa bukan hutan belantara
Berbagai narasi hasut atas PSN Wanam langsung PATAH
Silahkan dengar kesaksian investigasi independen dari sosok netral
@mulkanjabariyan Ibadah kok dipaksa. Ibadah itu urusan pribadi dgn Maha kuasa, ngapain negata ikut campur.
Ga usah jauh2 ngurusi sholat Jumat, di malaydesh JUDI ITU HALAL. Rakyat dan ASN nya TIAP HARI MAKAN PAJAK JUDI. Kenyang mereka makan barang haram. Noh, itu benerin dulu👇👇👇
🤣🤣🤣
TEROR DAN INTIMIDASI TERUS BERLANGSUNG
Saya tidak pernah membayangkan bahwa sebuah niat baik dapat berakhir menjadi beban yang begitu panjang dan berat.
Semua bermula dari sebuah ikhtiar sederhana. Sesama perempuan, sesama ibu, kami membangun sebuah usaha dengan harapan dapat saling menguatkan. Tidak ada niat buruk. Tidak ada keinginan mengambil hak orang lain. Yang ada hanyalah keyakinan bahwa kami bisa bertumbuh bersama.
Lalu pandemi COVID-19 datang.
Seperti jutaan usaha lain di negeri ini, usaha yang kami bangun pun runtuh. Bukan karena kami tidak bekerja keras, tetapi karena keadaan berubah begitu cepat sehingga banyak hal berada di luar kemampuan kami untuk mengendalikannya.
Dalam dunia usaha, untung dan rugi adalah bagian dari risiko yang diketahui semua orang. Namun saya tidak pernah ingin meninggalkan tanggung jawab. Karena itulah saya memilih jalan yang mungkin tidak mudah. Saya tetap berusaha mengembalikan dana yang sudah ditanam sedikit demi sedikit, sesuai kemampuan yang saya miliki.
Saya percaya bahwa integritas bukan diukur ketika hidup sedang mudah, tetapi ketika seseorang tetap memegang janjinya di tengah kesulitan.
Namun perjalanan hidup ternyata membawa saya ke ujian yang jauh lebih berat.
Ketika saya akan maju ujian seminar hasil di suatu pagi malah gelap, tetiba polisi menangkap dan meneror dengan brutal. Kini, ketika saya baru menjalani wajib lapor pertama dan seluruh tim penasihat hukum telah siap menghadapi persidangan yang akan dimulai pada 2 Juli 2026, pada saat yang hampir bersamaan saya kembali menerima penetapan penyitaan apartemen saya, hanya akibat dana usaha kecil-kecilan yang padahal sudah saya cicil sedikit demi sedikit.
Sebagai manusia, saya tentu bertanya dalam hati mengapa berbagai peristiwa besar itu selalu datang tepat pada saat-saat yang sangat menentukan dalam hidup saya. Saya tidak ingin berspekulasi mengenai alasan di balik semuanya. Saya hanya dapat menyampaikan apa yang benar-benar saya alami.
Yang paling berat bukanlah apartemen itu sendiri.
Yang paling berat adalah ketika anak saya, yang sama sekali tidak mengetahui apa pun tentang persoalan orang tuanya, harus membuka pintu rumah dan menyaksikan proses penyitaan itu berlangsung. Sebagai seorang ibu, tidak ada yang lebih menyakitkan daripada melihat anak ikut memikul beban yang bukan miliknya.
Namun saya tidak akan membiarkan semua tekanan itu mengubah siapa diri saya.
Saya tetap percaya bahwa tanggung jawab harus diselesaikan dengan tanggung jawab. Saya tetap percaya bahwa hukum harus dihormati. Dan saya tetap percaya bahwa kebenaran harus diperjuangkan melalui cara-cara yang bermartabat.
Karena itu, kepada seluruh sahabat dan para pejuang yang selama ini berjalan bersama saya, saya ingin menyampaikan satu hal.
Jangan biarkan berbagai tekanan yang saya alami hari ini melemahkan semangat kita untuk terus mencari dan memperjuangkan apa yang kita yakini sebagai kebenaran. Saya tidak meminta siapa pun membela saya sebagai pribadi. Yang saya harapkan hanyalah agar semangat untuk menjunjung kejujuran, integritas, dan keberanian tidak pernah padam.
Saya akan tetap berdiri dengan kepala tegak.
Tekanan boleh datang silih berganti. Cobaan boleh datang bertubi-tubi. Tetapi keyakinan saya tidak akan runtuh.
Selama hati nurani masih memanggil saya untuk memperjuangkan apa yang saya yakini benar, saya tidak akan mundur.
Karena pada akhirnya, sejarah tidak hanya mencatat siapa yang paling kuat menghadapi badai. Sejarah juga mencatat siapa yang tetap memilih berdiri tegak ketika badai itu datang.
Berapa jahatnya berita yang beredar yang tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.
Setelah ancaman, teror, bujukan restorative justice, rayuan Rp 50 miliar tidak mempan, sekarang yang dilakukan adalah fitnah mempermalukan, untuk melemahkan mental saya menghadapi Sidang 2 Juli 2026.
Hasbunallah wani"mal wakil
Nimal maula wani'man nashiir.
La haula wala queeata illa billah.
Kalau lihat kronologinya sih:
> 2019 hutang ke Sofie Natalie sebesar 143 juta, tanpa perjanjian resmi alias dasar kepercayaan saja.
>Sofia inisiatif bikin perjanjian resmi dengan Tifa, setelah Tifa susah bayar hutang.
> Perjanjian kesepakatan hutangnya diubah jadi 223 gram emas.
> Selama 12 bulan pembayaran hanya dilakukan 8 gram selama 8 bulan.
> Sofie bawa kasus ini ke pengadilan.
> Keputusan pengadilan PN Jakarta sudah inkrah dan memenangkan Sofie.
> Sisa hutang 207 gram emas setara 520 juta-an. Hutang Tifa bengkak hampir 4x lipat.
>PN Jaksel menyita apartemen dokter Tifa di Tebel-Jaksel.
Pertanyaanya sekarang:
>Apakah masalah hutang ini ada sangkut pautnya, mengapa si Tifa ini aktif banget nyerang ijazah Jokowi mulu?
> Apakah lebih untung perjanjian hutang dengan temen/saudara, dikonversi dalam bentuk Emas hutangnya?
> Mengingat kita itu sungkan buat kasih bunga pinjaman ke teman. Soalnya kalau tidak dibayar hutangnya, nilai uang kita menurun terus.
>Terakhir, kalau apartemen Tifa sudah disita? Lalu Tifa sekarang mau tinggal di mana?
mengatakan, saat ini budaya aparatur birokrasi Indonesia cuma berorientasi pada tunjangan kinerja atau tukin. Menurut KDM, seharusnya birokrasi fokus pada outcome dan benefit dari setiap program yang dijalankan...
Dedi Mulyadi Sindir Budaya Birokrasi yang Berorientasi pada Tukin
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM saat memberi kuliah umum di Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026),
Sekarang saatnya memilih sikap.
Tergantung pada kita, apakah akan ikut bersamanya membangun Indonesia yang lebih baik, atau hanya diam membiarkannya berjuang sendirian.
Dukungan nyata, bukan sekadar kata-kata. Mari bergerak bersama!
#Prabowo