Indonesia sering bangga saat lagu kebangsaan berkumandang di podium, tapi lupa menghargai jasa atlitnya..
Selamat jalan Benson, legenda dayung asal Kalteng, pernah membawa harum indonesia dari Sea Ganes.Asian Gemas hingga Olimpiade dengan 69 Emas,2 perak & 2 perunggu
Gajinya Rp 8 juta. Istrinya Rp 6 juta.
Total: Rp 14 juta sebulan.
Dua orang kerja. Dua karir. Dua sarjana.
Tiap akhir bulan, mereka cek saldo rekening bersama.
Bulan ini: minus Rp 340.000. Bulan lalu: minus Rp 820.000. Dua bulan lalu: minus Rp 1,2 juta.
"Gaji kita segitu. Kok makin minus?"
Sampai suatu malam mereka duduk. Hitung satu per satu.
Dan hasilnya, lebih menyakitkan dari yang mereka bayangkan.
Bos itu tetap UANG RAKYAT, yang mereka sengaja MENYIMPANNYA Bukan untuk digunakan dalam aktivitas BISNIS atau USAHA, Jadi tidak bisa Negara mengambilnya hanya karena Rekening tersebut PASIF
Itu uang yang sengaja disimpan dari HASIL KERINGAT bukan Hasil MERAS apalagi MENIPU NEGARA, jadi TIDAK BISA DIKLAIM Itu jadi Milik Negara Tanpa Proses HUKUM (misal PENCUCIAN UANG, KORUPSI)
MENABUNG adalah hak prerogatif setiap warga negara. Menabung adalah hak untuk mendiamkan uang hasil keringat sendiri di tempat yang dianggap aman (bank), tanpa ada kewajiban untuk memutar uang tersebut dalam bisnis, usaha, atau transaksi aktif.
Ketika seseorang MEMILIH untuk tidak menyentuh tabungannya selama bertahun-tahun, itu adalah bentuk pilihan finansial "PRIBADI" bahasa Inggrisnya PRIVATE / PRIVACY. Oleh karena itu:
🔹️Pasif Bukan Berarti TAK BERTUAN: Mengklasifikasikan rekening yang pasif atau "diam" sebagai rekening yang "TAK TERURUS" sehingga bisa diambil alih oleh negara adalah LOGIKA yang CACAT dan melanggar hak kepemilikan.
🔹️Melanggar Fungsi Dasar Bank: Esensi rakyat menaruh uang di bank adalah untuk menitipkan harta dengan aman. Jika negara bisa mengambil dana tersebut hanya karena pemiliknya memilih untuk tidak melakukan transaksi, maka FUNGSI BANK sebagai tempat penitipan yang aman menjadi HILANG.
Tindakan mengambil alih dana tersebut—dengan alasan administrasi apa pun—pada hakikatnya adalah PERAMPASAN HAK MILIK PRIBADI atas uang yang legal dan halal.
Negara tidak memiliki hak moral maupun hak dasar untuk menyentuh uang hasil keringat rakyat yang sengaja disimpan tersebut.
:: WeKa ::
Dear, media.
Kurban itu perorangan. Jika Presiden menggunakan APBN untuk bagi-bagi sapi, maka itu bukan kurban. Itu program politik. Jadi jangan ditulis "kurban Prabowo" karena dananya dari pajak rakyat. Trims...
Bapak bayar BPJS tiap bulan. Rp 100.000.
4 tahun. Total hampir Rp 5 juta.
Bapak mungkin mikir: "Ya kan buat jaga-jaga. Kalau sakit baru dipakai."
Justru itu. Gak perlu nunggu sakit.
Kacamata? Bisa diklaim. Bersihin karang gigi? Ditanggung. Tambal gigi? Gratis. Dan jutaan orang GAK TAU. Termasuk mungkin Bapak
Salah satu alasan saya menyukai konsep ibadah Islam adalah siapa pun (laki-laki) boleh menjadi imam (asal bacaan dan hafalannya bagus) dan bisa berdiri di baris mana pun.
Tidak ada kasta hirarkis profesi. Pedagang cilok bisa sejajar dengan bupati sekalipun jika sudah shalat jamaah.
Bahkan pedagang tersebut bisa saja mengimami seorang presiden.
Tidak ada istilah “tempat ini khusus untuk bapak/ibu A, B, C (donatur utama, pejabat, orang penting) seperti di agama sebelah.
Seorang muslim ketika shalat juga melepaskan semua harta bendanya di lantai (hape, tas, dompet dll).
Tidak ada yang dibawa dan dipegang lagi kecuali iman dan takwa.
Kalau memang mau maling, ngerampok, dia bisa pukul kaca tsb, trus masuk.
Ini jelas cm buat meneror dan cipta kondisi kok. Biar warga sibuk dgn hal remeh temeh begini. Orang yg hidup di masa harto pahamlah yg beginian.
ketika guru-guru dinaikkan gajinya hingga 300% tapi cuma beberapa detik🥹
“karena itu pemerintah saya telah menaikkan gaji-gaji guru. ada yang sampai hampir 300% naiknya penghasilan guru-guru. EEEEE HAKIM-HAKIM KITA.”
orang se soft spoken, humble, dan penuh rispek seperti bang windah sampe ikut berkomentar !!
Berati sudah sangat meresahkan itu pidato.
#presiden#windahbasudara