Menganggap jas almamater sebagai daster adalah tanda KOPONGNYA isi kepala.
Gagasan tidak dijawab dengan gagasan, kritik tidak dijawab dengan solusi atau opsi. Ad-Hominem, kekosongan kepala menjadi candu menyerang personal dan atribut pribadi.
Btw, gaji Tenaga Ahli Utama KSP itu besar lho, Rp 36.500.000/bulan. Bayangin, kalian semua bayar pajak untuk menggaji manusia macam ini. Luar biasa 😄🔥
Ibu Annette Mau dari Aliansi Ibu Indonesia ke Komisi IX DPR 🔥🔥🔥
***
Betapa hinanya anak-anak kita di mata negara, diberi makan sampai keracunan.
Dan apa tindakan negara? Adakah kompensasi? Adakah permintaan maaf? Adakah ganti rugi secara sosial?
Bapak Ibu yang tidak punya BPJS, ke rumah sakit merawat anaknya, berhari-hari, tanpa kompensasi.
Dan kita berkata kita sedang membela orang miskin?
HOW DARE YOU!!!!
Bagaimana mungkin? Mereka bahkan tidak bisa bayar iuran BPJS.
Anaknya keracunan, diracuni oleh negara, dan tidak ada kompensasi apa pun.
Yang kelimpungan Pemda, bukan pemerintah pusat.
Jadi sebenernya kita harus bertanya, Bapak Ibu Dewan yang terhormat,
BAGAIMANA SIH CARA KITA MENJALANKAN NEGARA INI
isi diskusi bocor alus tempo ada upaya untuk bersih - bersih nama jaksa:
- Presiden marah pd Kapolri
- Ada wacana penggantian Kapolri
- Kapolri baru besanan dengan KDM
- Prabowo ragu dgn calon Kapolri
- Ada skenario bersihkan nama jaksa
- Febrie melobi pengusaha
- Pengusaha disuruh mengaku kepemilikan emas
- Salah satu yg di hubungi “ HAJI “
Kalian harus nonton ini.
"Indonesia sedang tidak baik-baik saja" di 크랩 KLAB dari KBS, media Korea.
Professor Youngkyung Ko dari Yonsei bilang:
1) IHSG ambruk, terburuk di Asia
2) Rupiah melemah, tapi efek ekonomi dalam negerinya sangat parah, dibanding negara lain yang mata uangnya lemah juga
3) Danantara, tidak ada transparansi, peluang cuci uang lewat patriot bond,
4) MBG makan anggaran sangat besar, pemborosan. Dengan pengelolaan ngawur. Keracunan di mana-mana
5) Korupsi yang dilakukan BGN dalam tata kelola MBG, dari konflik kepentingan dan pengadaan.
THE MAGIC SHOW.
Nggak usah capek-capek bangun infrastruktur besar, cukup modal utak-atik anggaran belanja rutin di ruang AC, cuan negara langsung cair!
Welcome to the magic show proyek gaib di Kementerian Pekerjaan Umum!
~Sebuah Utas~
Pesta Pora 10 tahun "Geng Solo" di Kementerian PU Kini Tercium Bau Busuknya !
▪️▪️▪️
Triliunan uang negara diduga jadi bancakan sindikat birokrat dan kontraktor yang sudah mengakar secara sistemik.
Giliran rezim baru mulai bersih-bersih, mereka panik dan menyerang balik lewat media sosial! Sebuah utas investigasi.
🚨 KEMENTRIAN PU UNDERCOVER 🚨
"DICEK, DIAWASI DAN DIPANTAU"
Yang masih nanya...kenapa para ASN PU kok sepertinya tidak banyak yang berani mengkritik secara terbuka.
Bahkan banyak yang mempertanyakan kenapa mereka gak gugat aja?
Para pegawai belakangan ini juga terlihat mulai menarik diri dari berita tentang KemenPu.
Yap! Karena dibatasi ruang geraknya.
Pak Dody Hanggodo, sering kan bahas soal Deep State..tapi masak malah begini??
@PDemokrat diksih ilmunya ma partai begini kah??
Stop wak....✋️✋️✋️✋️✋️
Kalian udah tahu ini belum? Jika belum ijinkan awak bercerita sedikit🙏
HUKUM REPUBLIK DAGELAN!!
MENCURI Rp5 RIBU DISIDANG MESKI GANTI RUGI Rp1 JUTA, MANTAN JAMPIDSUS DIINCAR TAPI DILINDUNGI NEGARA!
Keadilan di Republik ini tampaknya telah mati untuk mereka yang berduit dan hanya tajam ke bawah untuk simiskin. Seorang pria asal Bangkalan harus duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Surabaya wak, hanya karena didakwa mencuri sebuah tas berisi uang Rp5.000 milik karyawan Shopee Express.
Ironisnya wak, meski terdakwa sudah menunjukkan iktikad baik dengan mengganti rugi lebih dari Rp1.000.000, artinya, dua ratus kali lipat dari nilai yang dituduhkan dan korban telah memaafkannya dalam kesepakatan damai, Jaksa Penuntut Umum dan institusi peradilan tetap ngotot menyeret pria kecil ini ke meja hijau.
Di mana hati nurani penegak hukum kita? Di saat rakyat kecil yang mencuri recehan demi menyambung hidup dipaksa masuk penjara tanpa ampun, kita disuguhi tontonan menjijikkan di tingkat elit wak.
Ingatkah kalian wak, pada kasus ex Jampidsus Febrie Adriansyah? Ketika isu penggeledahan, kepemilikan aset besar, dan dugaan keterlibatan kasus korupsi triliunan rupiah mencuat, alih-alih diseret ke pengadilan, sang jenderal justru mendapat perlindungan berlapis, dikawal ketat, dan kasusnya menguap begitu saja ditelan bumi.
⏰️POIN-POIN MATINYA KEADILAN DI REPUBLIK INDONESIA INI WAK
1. Keadilan Restorative Justice Hanya Mitos untuk Rakyat Miskin
Hukum kita bangga menggembar-gemborkan perdamaian di luar pengadilan. Namun nyatanya, ganti rugi 200 kali lipat (Rp1 juta untuk kerugian Rp5 ribu) dan surat perdamaian dari korban dianggap sampah oleh jaksa. Hukum tetap haus memenjarakan orang kecil.
2. Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul dan Dilindungi ke Atas
Pria Bangkalan mencuri Rp5 ribu, Diburu, ditangkap, ditahan, dan disidang. Mantan Jampidsus diduga terlibat pusaran korupsi triliunan rupiah, Dilindungi, dijaga ketat, dan jalurnya dipagari agar tidak tersentuh hukum.
3. Biaya Sidang Jauh Lebih Mahal dari Nilai Kerugiannya wak
Negara menghabiskan jutaan rupiah uang pajak rakyat hanya untuk membiayai proses persidangan kasus Rp5 ribu yang sudah selesai secara kekeluargaan. Ini bukan penegakan hukum, ini adalah arogansi dan kesadisan birokrasi peradilan.
4. Logika Hukum yang Cacat dan Tidak Manusiawi wak
Jika ganti rugi Rp1 juta dan maaf dari korban tidak bisa menghentikan persidangan kasus Rp5 ribu, lalu mengapa para koruptor miliaran rupiah di negeri ini bisa bebas berkeliaran setelah mengembalikan sebagian kecil uang korupsinya?
Hukum di Republik ini tidak lagi berbicara tentang keadilan wak, melainkan tentang SIAPA YANG PUNYA KUASA. Uang Rp5 ribu milik rakyat kecil bisa meruntuhkan pintu penjara, sementara triliunan rupiah uang negara milik koruptor dan pejabat elit justru bisa membeli kunci kebebasan dan perlindungan hukum.
Sampai kapan moralitas hukum kita sedemikian rendahnya wak?
📍 Pengadilan Negeri Surabaya