Nah terbukti, TNI terlibat. Tapi yg ditangkapi & dituduh bersalah para aktivis. Bahkan yg cumak bikin story di medsos dijebloskan ke penjara. Ribuan org tdk bersalah dijadikan tahanan politik. Emang nggak waras negara ini. Sialnya didukung tanpa syarat oleh para Ulama dekaden.
yang goblok-goblokin rakyat udah balik lagi jadi wakil rakyat, ga ada yang berubah pasca agustus, yang ada justru ratusan kawan-kawan kita yang jadi kambing hitam dan masih menjalani persidangan hari ini.
Jujur, aku kagum betul sama ini negara.
Ada rakyat mengkritisi program pemerintah dengan cara-cara baik dan memberikan saran baik, enggak didengar. Malah dicibir habis-habisan dalam setiap pidato presiden.
Giliran ada Ketua BEM salah satu Universitas di Indonesia mengkritisi dengan menyurati PBB dan menggalakkan istilah "Maling Berkedok Gizi" dalam panggung-panggung organisasi, eh malah mendapat teror sana sini sampai orang tuanya ketakutan.
Dan, yang bikin makin takjub, Istana malah merespon: makanya kalau kritik pakai etika.
Woi, itu rakyat lu kena terror karena kritis menyuarakan aspirasinya.
Malah ditanggepin begitu.
Jadi ya enggak heran kenapa orang kritis di negeri ini selalu diterror kepala babi, bangkai ayam, di lempar telur busuk, dan di lempar bom molotov, orang negaranya saja tidak bereaksi apa-apa terhadap pelaku terror pada mereka yang keras bersuara.
Katanya kritik sebagai vitamin, tapi nyatanya?
Korea vs Indonesia
Mantan Presiden Korea, bikin darurat militer:
- Tentaranya gak mau dimobilisasi
- DPR langsung rapat batalin darurat militer
- Polisi bantuin rakyat yang langsung demo
- Rakyat demo langsung bantuin anggota DPR masuk ruang rapat
- Anggota DPR mayoritas oposisi
- Dimakzulkan sama Mahkamah Konstitusi
- Pemilu Presiden lagi
Mantan Presiden Indonesia:
- Tentaranya nurut sama Presiden
- DPR isinya koalisi temennya Presiden
- Polisi juga nurut sama Presiden
- Rakyat yang demo ditangkepin
- Mana ada DPR bantuin rakyat
- Mahkamah Konstitusi bantuin anak jadi Wapres
- Menang Pemilu
Mantan Presiden elu skill issue, Korea.
Warga minta penanganan bencana diteror bangkai ayam.
Media dikirimi kepala babi.
Anak ngeluh menu MBG ditantang stafsus badan kekar.
Indeks kebebasan pers merosot.
Praktik sensor & swasensor pemberitaan meningkat.
Itu baru berniat mau SEDIKIT otoriter?
Inilah mengapa pas sekolah diajarin bahwa kalau sebaran data tidak normal, misalnya ada nilai ekstrim, yang digunakan adalah median (nilai tengah), bukan mean (rerata). 99 orang tidak bekerja plus 1 orang berpenghasilan 700 juta, ya reratanya 7 juta, tapi nilai tengahnya 0 juta.
Buat mas mohan.
Ngacengan itu wajar, tapi ada otak bagian pre frontal buat ngontrol titit anda sehingga tidak memaksa orang buat kentu.
Sebagai orng yg mengenal sampean d skena brand lokal, jujur klarifikasi ente ngeselin.
Circlenya juga mengecewakan.
Terkesan Mewajarkan
ICW bongkar MBG.
Program Makan Bergizi Gratis yang katanya demi anak-anak, ternyata dapurnya dikelola yayasan-yayasan dengan afiliasi politik, bisnis, birokrasi, militer, sampai relawan kampanye Pilpres 2024.
Angkanya bukan recehan:
• 28 yayasan terafiliasi partai politik
• 18 yayasan terafiliasi pebisnis/swasta
• Sisanya nyambung ke birokrasi, aparat, dan tim sukses
Dan juaranya?
Gerindra paling banyak.
Disusul PKS dan PAN.
Bonus round: ada 4 anggota legislatif aktif ikut nimbrung.
Lebih bonus lagi: ada nama yang pernah tersangkut kasus korupsi.
Jadi pertanyaannya sederhana, tapi bikin panas:
Ini program gizi anak…
atau program bagi-bagi akses APBN dengan baju amal?
Kalau dapur umum diisi kepentingan politik, yang kenyang siapa?
Anaknya, atau jejaring kekuasaannya?
Pas baca berita 'Gajah Mati Tanpa Kepala', jd mikir klo Gajah itu diburu utk diambil gadingnya. Gading nantinya bisa menjadi koleksi/hiasan dgn harga mahal.
Tentu bukan sembarang orang yang bisa mengkoleksi karena ada syarat legalitas.
Ilustrasi/Foto kolektor dgn koleksinya: