"Rabbana afrigh 'alaina shabran wa tawaffana muslimin.
Duhai Rabb kami, berlimpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan Muslim." (QS. Al A'raf, 7:126)
"Suatu hari ketika Rasulullah SAW berada di masjid, tiba-tiba seorg lelaki bercadar datang menemui beliau. Lelaki itu membuka cadar yg menutupi wajahnya dan berkata dgn fasih, 'Salam sejahtera untukmu duhai manusia yang memiliki kemuliaan yg menjulang tinggi dan tak tertandingi..
"Nabi SAW kemudian mendudukkan lelaki tersebut diantara beliau dan Abu Bakar radhiyallahu 'anhu. Abu Bakar memandangi lelaki tersebut kemudian berkata kepada Rasulullah SAW..
Sayyidina Abu Bakarpun lantas berkata, "Duhai Rasulullah SAW, ajarkanlah kepadaku shalawat yang ia baca agar aku dapat bershalawat kepadamu dengannya.' Rasulullah SAW kemudian menyebutkan shalawat tersebut :
Seandainya lautan menjadi tinta, pepohonan menjadi pena dan para Malaikat menjadi juru tulis. Maka lautan akan kering, pepohonan akan habis sedangkan para Malaikat belum selesai mencatat pahala shalawat ini."
(Hadist ini diriwayatkan oleh Abul Faraj dalam kitabnya Al-Muthrib)
Untuk sebagian masyarakat kita, sejak Pandemic ini, sumber informasi mulai bergeser dr Media Main Stream (Pemiliknya Ketua2 Parpol) ke Medsos (Milik Rakyat).
Suatu keniscayaan fenomenal
Astaghfirullahaladzim
Realitanya mmg seperti yg disebutkan di dlm video ini.
Laknat lah kalian binatang berjiwa iblis !
Kematian seorg Ulama itu lebih disukai oleh Iblis dr pd kematian 70 ahli ibadah
~Imam Al-Baihaqi~
Kalau ada yg nyinyir atas wafatnya ulama, berarti dia iblis