Sehingga, aku kembali turun dan menyalakan lilin untuk penerangan di tempat itu, dan aku kembali ke loteng tersebut untuk mencari sebuah petunjuk atas apa yang sedang aku pikirkan sekarang.
Selama enam malam, kami harus melakukan ritual dengan berbagai macam gangguan yang mengerikan, hal itu kami lakukan agar adik bungsuku bisa sembuh dari penyakitnya.
Pilihan kami hanya dua, melakukan ini, atau membiarkan Indah Mati.
BAB 16
@IDN_Horor@bacahorror@ceritaht#horor
SELAMA 90 HARI KE DEPAN,
MENGHILANGLAH.
- tidak ada pornografi.
- tidak ada alkohol
- 3-4 butir telur setiap hari.
- 3 liter air
- 7-8 jam tidur.
- 10.000+ langkah.
- 300 push-up.
- mandi air dingin setiap pagi.
- tulis 1.000 kata.
- lacak 5 kemenangan harian.
ini akan mengubah hidupmu jadi seperti Buna
Jika gagal jadi Buna maka jadi fufufafa
BAB 11 - HARI KETIGA
Aku tidak tahu, sudah berapa lama aku kehilangan kesadaranku.
Yang terakhir aku rasakan adalah sebuah kegelapan yang pekat, lalu keheningan yang mencekam, dan rasa sakit yang aku rasakan ketika api di perapian itu menyentuh tubuh dan kepalaku.
Semuanya terasa begitu nyata, senyumannya yang manis itu, lalu suara yang aku dengar, semuanya benar-benar ada dan bukan sebuah khayalan.
“Ayah datang ya Neng, ayah datang,” kata Ayah yang kini menyambut Indah dengan mengangkat kedua tangannya.
Cairan itu mulai mengalir dan mulai turun ke dahiku. Aku melirik ke arah Ayah dan Ibu lagi, mereka berusaha sekuat tenaga agar menahan tangan mereka ketika cairan nanah itu mulai menetes ke arah dahi.
PROLOG : https://t.co/L0xzvGfBRG
BAB 1 : https://t.co/uUE4cEkBwC
BAB 2 : https://t.co/20Ee2dszdz
BAB 3 -4 : https://t.co/NEuDmmkfis
BAB 5 : https://t.co/ek24nbrBn8
BAB 6 : https://t.co/cqpMzz5b4i
BAB 7 : https://t.co/gGY4huwIoj
BAB 8 : https://t.co/78md5dSt27
BAB 9 : https://t.co/NL1CwNuOqT
BAB 10 : https://t.co/G9V8eZ1XKw
BAB 11 : https://t.co/GvNnbVoxlD
BAB 12 : https://t.co/g9HxO5G4jS
BAB 13 : https://t.co/70ekro0AiW
BAB 14-15 : https://t.co/48LpI3sQ46
BAB 16 : https://t.co/4zHehJt0T0
BAB 17 : https://t.co/eAGhRRBhT0
BAB 18 : https://t.co/TmDyM9ovA9
BAB 19 : https://t.co/JZh4qasbIn
BAB 20 - 21 : https://t.co/8aBW65STBN
BAB 22 : https://t.co/1F0xpSl1xr
BAB 23 - https://t.co/NPdnXc9Zl3
BAB 24 - https://t.co/NHSe7FbFM7
Jika sudah, mari kita lanjutkan.
“Lagi ya Neng, biar ada tenaga…” katanya sambil menyuapi Indah dengan pelan.
Indah membuka mulutnya dengan sangat pelan, dia menelan bubur itu secara perlahan.
BAB 6 - HARI KEDUA
Entah berapa lama aku tertidur setelah kejadian tersebut. Aku, ayah dan ibu terjaga semalaman di dalam kamar Indah dengan kekhawatiran bahwa sesuatu yang aneh itu akan muncul lagi dari arah pintu.
Indah yang terbaring di atasnya sedikit terlempar ke udara sebelum jatuh kembali ke kasur, dan hal itu membuat kami berdua yang menyaksikan itu dari kejauhan hanya bisa berteriak ke arah Ibu.
“Jangan berhenti!” teriakku.