Dating a 30+ man is actually annoying.
Lo bilang, "udah, tinggalin gue aja."
Dalam kepala lo: "Coba bujuk dikit kek, kejar dikit kek, kasih effort dikit kek."
Dalam kepala dia: "Oke. Noted. Gue ada kerjaan, tagihan, dan asam lambung yang harus diurus."
Terus dia beneran pergi.
Bukan karena dia nggak peduli. Justru karena di umur segitu banyak cowo udah capek main tebak-tebakan.
Kalau bilang pergi ya pergi. Kalau mau ngomong sesuatu ya ngomong.
Mereka udah melewati fase jadi cenayang hubungan.
Dulu mungkin dia bakal ngejar.
Sekarang?
"Oke, hati-hati di jalan ya."
Lalu menghilang sambil buka Excel, cek saldo, atau tidur jam 9 malam demi kesehatan.
Kadang yang berubah bukan rasa sukanya, tapi toleransinya terhadap drama yang udah turun drastis.
Umur 30+ bikin seseorang sadar bahwa komunikasi itu lebih murah daripada overthinking.
Jadi kalau bilang "tinggalin gue", pastikan itu bukan ujian.
Karena yang udah dewasa biasanya nggak lagi ikut tes yang nggak pernah dia daftar.
Pertanyaan serius:
Kalian tim yang kalau dibilang "pergi" tetap ngejar, atau tim yang langsung jawab "siap, terima kasih atas informasinya" lalu menghilang dari peredaran? 😆
For the past few years, I've wanted to move on to grasp onto something beyond my reach. I realized that my heart was withering, and there was nothing but pain. Then one morning I realized that my beliefs, that I once held so passionately, had completely disappeared
idgaf how many fish are in the sea. i want that fish. that fish is my fish. i love that fish and i will forever love that fish and i don’t want no other fish but that fish
It's a lonelier journey than i could imagine. Cutting through absolute darkness, encountering nothing but emptiness and disappointment. Flying blindly into the abyss, believing therein lie the answers to the mysteries of my existence.