Dan aku, Gauri Verma, telah rebah mati di dalam kereta itu. Tubuhku mereka santap, cairanku mereka teguk; tulangku dijilat hingga bersih. Panas, sakit, sesak. Khianat dan dusta menjadi akar benciku. Kan kusumpahkan, mereka yang hidup takkan pernah merasakan damai.