DHUAAARR!
Cerita Eks Ketua KPK Agus Rahardjo Dimarahi Jokowi terkait Kasus E-KTP: Beliau Teriak 'Hentikan' https://t.co/U4mkPIgUlE Selengkapnya di https://t.co/GzvNzX9QMe
Rembang Melawan
Sejumlah tokoh nasional lintas agama bertemu dengan Gus Mus.
Mengungkapkan keresahan dan keprihatinan mereka atas kondisi bangsa saat ini.
Penyelenggara negara terang²an bertindak curang dan menabrak etika, norma dan mengakali hukum serta konstitusi..
Pesan Gus Mus kepada pak @lukmansaifuddin
Politik tanpa landasan nilai, etika, moral hanyalah sebuah alat untuk berebut kekuasaan saja.
Rembang Melawan
Rembang Melawan
𝗞𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝗚𝘂𝗿𝘂 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘀𝗮 𝗕𝗲𝗿𝘀𝘂𝗮𝗿𝗮 𝗟𝗮𝗻𝘁𝗮𝗻𝗴 𝗠𝗲𝗹𝗶𝗵𝗮𝘁 𝗡𝗲𝗴𝗲𝗿𝗶 𝗜𝗻𝗶 𝗗𝗶𝗮𝗰𝗮𝗸-𝗮𝗰𝗮𝗸
Oleh : Angwar Sanusi
Hari Minggu, atau pagi tadi, sejumlah guru bangsa berkumpul di kediaman Gus Mus di Rembang. Ada Lukman Hakim mantan menteri agama, Omi Komariah istri mendiang Nurkholis Majid, Frans Magnis Susesno, Erry Riyana, Goenawan Mohamad, dan beberapa yang lainnya.
Mereka adalah kaum cendekia, tokoh bangsa dan lintas agama yang dengan kontribusinya selama ini turut membawa bangsa ini bermartabat dan sejuk karena nilai-nilai kemanusiaan yang terus dibawanya. Mereka jarang sekali menonjolkan dirinya untuk tampil di hadapan publik. Namun hari ini tiba-tiba mereka bersuara lantang merespon kondisi bangsa yang mulai carut marut menjelang Pilpres 2024.
Ya, mereka rupanya sangat terpukul melihat demokrasi dirusak sedemikian rupa. Mahkamah konstitusi sebagai lembaga hukum tertinggi yang seharusnya memberkan rasa keadilan untuk masyarakat, justru diobok-obok, dihancurkan.
Omi Komariah bahkan mengaku sedih, kesal, sekaligus marah melihat praktek-praktek tak beradab itu dilakukan dengan vulgar di depan mata. Negara yang mestinya menjadi tempat pengabdian, justru diselewengkan jauh sebagai ajang korupsi, kolusi, nepotisme.
Begitu juga dengan Lukman Hakim, yang menyampaikan pesan Gus Mus, bahwa hari ini kita mengalami krisis nilai. Keresahan yang dialami banyak orang di Indonesa, juga dialami Gus Mus.
Gus Mus mengingatkan, bahwa dalam berpolitik hendaknya tetap mengedepankan nilai-nilai luhur, yakni menjunjung etika dan moral. "Kalau poltik tanpa didasri nilai, azas azas kepatutan, kepantasan, tanpa moral dan etika, hanya sebatas alat untuk saling berebut kuasa saja," ucap Lukman Hakim menyampaikan pesan Gus Mus.
Sebagai warga biasa, dari jauh aku pun hanya mampu mengucapkan terimakasih kepada mereka, para tokoh bangsa yang tidak berhenti menyumbangkan pemikiran dan tindakannya untuk kebaikan bangsa ini. Kepentingan mereka cuma satu, mengembalikan bangsa ini untuk kembali memegang nilai-nilai yang semestinya. Menegakkan demokrasi, dan memberikan rasa keberadilan untuk semua.
Harus diakui, situasi politik saat ini memang tengah menunjukkan perilaku yang jauh di luar kewajaran. Mungkin cenderung kelam. Bukan hanya Mahkamah Konstitusi yang tersandera, namun juga lembaga lainnya. Belakangan kita melihat sendiri bagaimana Satpol PP merusak baliho Ganjar Pranowo di Bali dan Pematang Siantar, tapi membiarkan baliho Prabowo-Gibran bertebaran di setiap sudut di kota yang sama.
Bahkan aparat kepolisian juga ikut diperintah untuk memasang baliho Prabowo-Gibran. Bayangkan saja, aparat negara yang mestinya memberikan rasa aman pada masyarakat justru dilibatkan dalam politik untuk ikut memihak. Lalu kemana lagi kita mesti mencari rasa aman?
Tapi rupanya, kita masih beruntung, bahwa bangsa ini ternyata tidak pernah kehilangan tokoh-tokoh panutan yang akan terus menebar kebaikan. Sikap mereka, keberanian dan suara lantang mereka, membuat kita yakin bahwa kebenaran selamanya tidak bisa dibunuh.
Repost @Melihat_Indo
Hari ini pangan masih impor, masih bergantung asing.
Sudah waktunya negara melakukan perubahan di sektor pangan. Di tangan AMIN, InsyaAllah petani akan lebih mandiri dan berjaya di negerinya sendiri.
#AMINBelaPetani#AniesMuhaimin2024
DIPECAT dari ketua MK rasanya hal paling MEMALUKAN dalam sejarah Mahkamah Konstitusi
Paman Gibran bersalah, prosesnya BERSALAH, hasilnya pasti BERMASALAH, produknya apalagi hanya sekadar kaleng-kaleng
Nama baik Jokowi DIHANCURKAN oleh sifat BENGIS seorang ipar
Putusan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi memutuskan, Anwar Usman terbukti melakukan PELANGGARAN BERAT terkait putusan yang meloloskan keponakannya Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres.
Apa ga malu punya paman seperti ini?
Apa ga malu jadi cawapres dari keputusan hakim MK yg bermasalah?
Apa ga malu pilih pemimpin hasil dari cara busuk seperti ini?
MKMK
Paman Gibran Bersalah !!!
Anwar Usman Dilarang Periksa Perkara Pilpres Usai Diberhentikan Jadi Ketua MK.
https://t.co/qMM8Fb2S7u
Sebaiknya Pak @jokowi meminta Gibran mundur sbg Cawapres. Proses di MK terbukti cacat secara etika, meski putusannya tetap sah. Ini akan membayangi langkah & karir politik Gibran.
Kalau pun misalnya dia terpilih sbg Cawapres, dia punya beban moral karena pelanggaran etika di MK
Alhamdulillah, saya dan mas Anies bisa sowan ke Habib Hussein bin Hassan al Idrus sebelum menghadiri Haul Habib Ali bin Muhammad al Habsyi Solo. Tentu ini keberkahan dan menjadi support yang luar biasa untuk kami.
Maturnuwun atas do’a restu dan dukungannya. Mudah-mudahan beliau selalu diberikan kesehatan dan panjang umur. AMIN
#AminAjaDulu