Jokowi: Dalang Ambisi Dinasti yang Menunggangi Kemarahan Rakyat dan RUU Perampasan Aset
Jokowi adalah tokoh paling culas sepanjang era Reformasi. Ia tidak segan memakai segala cara busuk, kotor, bahkan ilegal demi satu tujuan: kekuasaan yang tak pernah padam, dan kini dilanjutkan lewat anaknya, Gibran, yang dipaksakan jadi presiden.
Lihat strateginya: manfaatkan kemarahan rakyat yang sedang membara, lalu tumpangi RUU Perampasan Aset seolah-olah pejuang anti-korupsi. Padahal di balik itu, ia sedang merancang panggung agar Gibran naik, sementara dirinya tetap menjadi dalang di belakang tirai.
Lebih jahat lagi, relasi oligarki yang ia pelihara digunakan untuk menjatuhkan nilai ekonomi dan membakar hutan. Kekacauan diciptakan dengan sengaja. Fakta di lapangan jelas: hampir 80% kebakaran lahan terjadi di kawasan milik oligarki “peliharaan” Jokowi. Bukan kebetulan. Ini skenario.
Jika Jokowi dan seluruh proksinya tidak segera dinepalkan, Indonesia akan terus diacak-acak dari dalam. Musuh utama rakyat Indonesia hari ini bukan asing, bukan oposisi, melainkan Jokowi beserta jaringan dinasti dan oligarkinya.
Menepalkan Jokowi bukan sekadar mengganti orang. Itu berarti menyelamatkan Indonesia dari kehancuran yang sedang digarap secara sistematis.
Pernyataan 17 + 8 perlu diteliti karena menghilangkan 3 (tiga) tuntutan utama publik yg terkait dg Geng Solo, yaitu : ganti Kapolri, makzulkan Gibran, dan adili Jokowi.
DIGANTI dg tuntutan yg sangat anti TNI (ada 5 butir anti TNI).
Ini permainan Geng Solo-Oligarki-Parcok?
Sikap Partai Keadilan Sejahtera :
1. Tiadakan tunjangan rumah dinas Anggota DPR RI
2. Segera sahkan RUU Perampasan Aset
3. Aparat diharapkan mengedepankan persuasif dan humanis dalam menjaga ketertiban di masyarakat
Muhammad Kholid
Sekjen PKS
Apa anda tdk berniat msk ke politik?
Quote @aniesbaswedan : bila orang baik msk ke politik dipermasalahkan dan orang bermasalah msk ke politik tdk dipermasalahkan maka negara ini sdg menghadapi masalah.
Dirgahayu Republik Indonesia
17 Agustus 2025 #HUT80RI
Catatan sejarah penting, tgl 20 Juli 2025 :
1) Presiden Republik Indonesia Jend TNI (Purn) Prabowo Subianto “melapor” ke keluarga atau Dinasti (Bapak, Istri, dan Anak) yg diduga ijazahnya tidak jelas.
2) ini salah satu keajaiban, Presiden seperti melapor ke Wapres.
Pertimbangan hakim menghukum @tomlembong krn penugasan impor gula ke BUMN (PT PPI) tapi PPI kerjasama dg swasta dan swasta dapat untung yg dianggap merugikan negara.
Bagaimana dg proyek kereta api cepat, pengadaan BBM, gas, listrik PLN, pupuk subsidi, kerjasama GoTo dg Telkom dan kerjasama BUMN lainnya yg untungkan swasta ?
Dengan kasus Tom Lembong seperti ini maka semua yg menyetujui kerjasama tersebut akan masuk penjara.
Hukum betul-betul dirusak demi kepentingan politik.
Dendam apa yang di simpan Jaksa Penuntut umum selama bertahun tahun terhadap Tom Lembong.
Kerugian Negara Tak Ada, ada izin dari Presiden juga ada rapat kementrian.
Anda mau cari apa seh Broh @KejaksaanRI