Musim 25/26 mungkin akan jadi puncak sejarah Persib karena financial stabil, politik dengan PS di bdg dan PSSI di nasional stabil, hubungan dengan bobotoh harmonis, dan ekosistem lebih baik.
Bagi atlet profesional, cara menghormati lawan itu ya main sungguh-sungguh, berusaha menampilkan permainan terbaiknya. Itu tanda ia ga pandang remeh lawannya. Pada titik itu pula rivalitas tetap penting dijaga supaya si atlet bisa menampilkan performa terbaik.
Soal selebrasi yg dianggap tengil, atau cara main yg ngeyel itu mah sah-sah aja selama ga mencederai unsur sportivitas. Ga rasis, ga menebar kebencian pula.
Mereka mungkin berteriak untuk menjatuhkanmu.
Tapi anak-anak ini berteriak karena melihatmu sebagai inspirasi dan mungkin bermimpi mengikuti jejakmu.
Keep going, @beckhamputran ! Masa depan sepak bola Indonesia sedang memperhatikan. ❤️
Mau cerita sedikit kronologi Beckham untuk kejadian kedua kalinya "diacungkan jari tengah" yang katanya suporter Timnas.
Jadi tadi after match, seperti biasa timnas keliling berjalan untuk menyapa para suporter, nah saat timnas sampe di tribun barat,
-cont
Seharusnya Liga Indonesia itu juaranya terus gantian tiap tahun. Lalu tim yang habis juara bisa langsung degradasi musim depannya. Jadi tim tidak boleh stabil harus kembang kempis.
Lebih extreme lagi paruh pertama bagus lalu paruh kedua memble karena pemodalnya kalah pilkada.
Persib tdk boleh menurunkan kualitas sebagai tim juara, posisi juara itu harus direbut bukan diberikan, jadi biarkan klub2 lain mengejar kualitas Persib, memantaskan diri untuk bisa bersaing
Jangan larang Persib juara lagi, juara koq dilarang, nunggak gaji yg dilarang mah
Kalau three in a row adalah lampu kuning, dan (jika dapat meraih) four in a row adalah preseden buruk, lantas apa poin dari berkompetisi, kalau berprestasi dianggap tidak baik? 🙂🙁☹️