2 teman dekatku ada yg daftar dan lulus jadi manager KOPDES. Mereka bukan 02 voters juga, bahkan pas pemilu dulu sampai skrg (sebelum pelatihan di barak) sering share postingan dan awareness mengenai parahnya kekuasaan rezim sekarang.
Tapi apa aku menyalahkan mereka krn tiba2 daftar program itu? Pdhl kami tau, itu program bancakan dan ladang korupsi. Dari presiden yg sama sekali gak kami sukai.
Aku sama sekali gak menyalahkan mereka. Nggak tega tepatnya.
Kami lulusan salah satu PTN di Jawa, lulus tahun 2025. Freshgraduate yang hampir kadaluarsa karena dah setahun lebih. Pengangguran. Pegang beban dari keluarga dan sekitar, tiap ketemu ditanya dah kerja dimana? Yg lebih parahnya, "Masa sih lulusan PTN situ gak dapat kerja, orang yg lulus dari Univ biasa aja gampang nyari kok."
Bedanya aku dan mereka itu karena aku beruntung dapat kesempatan kerja. Sedangkan teman2ku masih struggle sama interview, dighosting perusahaan, bahkan ketolak pdhl tinggal berangkat MCU.
Alasan mereka daftar, ya mencari peruntungan. Mereka juga butuh uang buat hidup. Dan cuma manager KOPDES ini yang mau menerima mereka karena hanya lapangan kerja ini yg "diusahakan" segitunya sama pemerintah. Miris.💔
Mereka juga terpaksa daftar ini guys, kalau ada kesempatan lain pasti gak mau. Apalagi in this economy, apapun yg menghasilkan uang pasti dilakuin. Btw temenku ini gaada posting apapun kegiatannya pas di barak.
- Anak ini kehilangan bapaknya yg SEDANG BEKERJA BUKAN yg sedang maling ayam
- Anak ini tidak teriak2 “Bapak.. Bapak..” pada saat pemakaman karena TIDAK ADA KAMERA yg merekam
- Anak ini menangis mengeluarkan air mata pada saat dikunjungi BUKAN senyum2 ke kamera
- Anak ini baru mendapatkan 1 kali bantuan, TIDAK MENDAPATKAN BANTUAN yg katanya dapat donasi 1/2M, Ayam 100 Kg, sepatu baru, baju baru, IPAD Baru, HP baru, Baju Baru, Makanan 1 Dus & Se-Truck, biaya sekolah dari SD hingga selesai Sarjana
Kurang BGST apa negara ini:
Warga Aceh patungan 1 Milyar untuk bikin jembatan yang harusnya dikerjakan pemerintah
Lebih anjing lagi Menteri PU hadir bak pahlawan mau ngecek konstruksi jembatan dengan alasan keselamatan
REJIM WOWOK BIADABBBB
Kronologi:
1) Tahun 2026, karena "efisiensi" transfer ke daerah Kota Tidore, berkurang dari 1,1 triliun ke 797,1 milyar.
2) Akibatnya, padahal pengeluaran Kota Tidore lebih dari itu. Jadi defisit. Defisitnya sekitar 50 milyar.
3) Biar memenuhi 50 milyar kebutuhan anggaran, maka idenya walikota: merumahkan pegawai kontrak pemerintah (PPPK) sebanyak 2 ribu orang.
4) Hari Senin kemarin, walikota mengumpulkan ASN dan PPPK Kota Tidore buat apel akbar.
5) Ternyata walikota mengumumkan 2000 orang pegawai kontrak pemerintah ini dirumahkan.
6) Ngamuklah 2000 orang ini langsung.
***
Gara-gara apa? "Efisiensi".
Mau dipake apa efisiensinya? Program kesayangan kita semua, depannya M, tengahnya B, belakangnya G.
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.
PUAS BANGETT ANJJ, GOOD JOB HAFIDZ UDAH SKAKMAT PERWAKILAN ISTANA 😹😹🫵🫵
Si Wowok klaim tau siapa yang bayar-bayar demo tapi dia gasebutin? Emang ada dua kemungkinan saat ini.
1. Pengen ngerasa gagah
2. Pengen rakyatnya konflik horizontal. https://t.co/DwB4YEzRil
Keputusan terbodoh yang pernah ada. Herdman datang tetap pakai 3 bek. Waktu itu ada yang baru masuk langsung ngide pake 4 bek. Memang murni sabotase diri sendiri.