لا اله الا انت سبحانك اني كنت من الظالمين
Salah satu bentuk kesombongan yang nyata adalah ketika merasa lebih baik dari orang lain sebab mengetahui keburukannya.
ما رأيت أحدا يتعلق بشيخه ثم خاب
Aku tidak pernah melihat seseorangpun yang memiliki hubungan kuat dengan gurunya, lalu gagal dalam hidupnya.
Sayyid Muhammad bin ‘Alawi bin ‘Abbas Al-Maliki Al-Hasani
Hati-hati bagi yang meremehkan dosa krn terlalu yakin dgn ampunan Allah.
Setiap manusia harus yakin bhw maksiat itu merusak. Tapi, tdk sedikit org yg meremehkan hal itu krn terlalu yakin dgn ampunan Allah, terlalu pede dgn istighfar, amalan sunnah atau ilmu yg dia miliki.
Musa sebenarnya lagi sangat lapar, haus, lelah, takut
Kemudian berdoa dengan sangat santun...
Kemudian dia dapat:
- Perlindungan
- Pekerjaan
- Jodoh
- Pendidikan
Ya Allah, jadikanlah pandangan-Mu kepada kami membawa kebaikan dan perbaikan bagi Indonesia dan bagi seluruh kaum muslimin di timur maupun barat bumi-Mu.
Dan siapa pun yang sedang berusaha menebar kejahatan dan keburukan, maka segerakanlah taubatnya; namun jika ia telah ditetapkan dalam kesengsaraan (tidak mau kembali), maka segerakanlah kehancurannya.
Ya Allah, peliharalah dalam diri kami rasa pengagungan terhadap syiar-syiar-Mu.
Dan di antara syiar-Mu yang paling agung adalah: para sahabat Nabi, keluarga beliau, para ulama yang mengenal-Mu dengan benar, dan seluruh tampilan lahir dari agama ini — semuanya adalah tanda-tanda kebesaran-Mu.
Ya Allah, jagalah keimanan yang hakiki dalam diri penduduk Indonesia, serta segala hal yang membawa kebaikan bagi kehidupan dunia dan akhirat mereka, dan yang dapat menolak segala bala dan kesulitan.
Ya Allah, segerakanlah datangnya jalan keluar, dan angkatlah segala kesempitan serta kesulitan dari kami.
Transaksi yang tak pernah merugi
Banyak orang beragama dengan logika instan, seakan ibadah hanyalah kalkulasi untung rugi: berapa rakaat, berapa pahala; berapa sedekah, berapa balasan. Padahal Al-Qur’an mengajarkan bahasa lebih luhur: tijārah lan tabūr—perdagangan dengan Allah yang takkan pernah rugi (QS Fāṭir [35]:29).
Al-Ṭabarī menafsirkan lan tabūr sebagai lan tahlik—tidak akan bangkrut. Ibn Kathīr menjelaskan: keuntungannya adalah maghfirah & surga. Al-Qurṭubī menegaskan: berbeda dengan perdagangan duniawi penuh risiko, perniagaan dengan Allah abadi karena modalnya amal ikhlas.
Secara ekonomi, ayat ini masuk akal. Investasi dinilai dari risiko dan hasil. Dagang dunia selalu berisiko rugi, sementara dagang dengan Allah bebas risiko: amal sekecil dzarrah pun diganjar (QS al-Zalzalah [99]:7–8). Sedekah kecil bisa berlipat tak terhingga, sebagaimana QS al-Baqarah [2]:261. Dalam bahasa modern: investasi dengan zero risk dan infinite return, dijamin langsung oleh Allah.
Namun bagi para sufi, ini bukan kalkulasi, tapi tarian cinta. Amal hanyalah persembahan kecil; balasan Allah murni anugerah. Kita memberi secuil amal, lalu Allah membalas dengan samudera kasih. Hati pun tenang: meski dunia menilai amal kecil, di sisi Allah ia takkan sia-sia.
Di era instan, kita sering ingin doa langsung terkabul, bisnis langsung untung. Padahal kita tahu anugerah datang sesuai waktu Allah, bukan sesuai keinginan kita. Seperti petani: menanam hari ini, menuai di musim yang ditentukan.
Tijārah lan tabūr adalah ajakan investasi jangka panjang: dalam bisnis berarti kejujuran dan keberlanjutan, dalam hidup berarti istiqāmah dalam shalat, zikir, dan amal kecil. Di tengah krisis, ia menjadi ketahanan jiwa: ada perdagangan yang takkan rugi—berhubungan dengan Allah.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَعْمَالَنَا تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ،
وَارْزُقْنَا صِدْقَ النِّيَّةِ وَجَمَالَ الصَّبْرِ،
وَأَفِضْ عَلَيْنَا مِنْ نُورِ رِضَاكَ وَرَحْمَتِكَ دَائِمًا.
Ya Allah, jadikan amal kami perdagangan yang takkan rugi, anugerahkan keikhlasan niat dan keindahan sabar, serta limpahkan cahaya ridha dan rahmat-Mu selamanya.
**
Dan Engkau tak pernah kecewakan harapan kami, Ya Rabb 🙏🏻
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Surat tentang Takut dan Sedih
Dengan nama Allah yang Maha Menenangkan jiwa.
Mereka bertanya kepadamu tentang takut dan sedih.
Katakanlah: keduanya adalah bayangan yang membelenggu hati;
takut pada hari esok yang belum tiba,
sedih pada hari kemarin yang telah berlalu.
Bahwasanya, tidak ada yang menyingkap bayangan itu kecuali cahaya dari-Nya.
Niscaya siapa yang percaya, ia akan ditenangkan.
Tidakkah engkau mendengar kisah di gua (at-Tawbah: 40),
ketika seorang sahabat gemetar karena musuh di depan pintu?
Maka Nabimu berkata kepadanya: jangan bersedih, Allah bersama kita.
Dan turunnya ketenangan lebih kuat daripada pasukan yang mengepung.
Dan tidakkah engkau dengar kisah Musa dan Harun (Ṭāhā: 46)?
Mereka gentar di hadapan Fir‘aun yang angkuh.
Lalu datang firman dari langit: janganlah kalian berdua takut,
bahwasanya Aku bersama kalian, mendengar dan melihat.
Dan ingatlah Maryam (Maryam: 24),
yang letih di bawah pohon kurma.
Air matanya hampir menenggelamkan harapannya.
Lalu diseru kepadanya: jangan bersedih,
Tuhanmu menurunkan sungai di bawahmu,
dan menjatuhkan kurma untuk menguatkan tubuhmu.
Dan dengarlah janji bagi mereka yang teguh (Fussilat: 30):
malaikat turun membawa kabar,
jangan takut, jangan bersedih, bergembiralah dengan surga.
Niscaya ruh mereka berpisah dari jasad dalam damai,
dan menyongsong kehidupan abadi tanpa duka.
Bahwasanya para wali Allah itu tidak takut dan tidak bersedih. Mereka yang beriman dan bertakwa, bagi mereka berita gembira di dunia dan di akhirat (Yunus: 62–64)
Jiwa yang dekat dengan Allah hidup tanpa cemas pada masa depan dan tanpa duka pada masa lalu.
Maka ke manakah engkau akan berpaling?
Sedang janji-Nya satu dan pasti:
jangan takut, jangan bersedih, karena Aku bersama kalian.
Salam sejahtera dengan penuh kehangatan,
Nadirsyah Hosen