Homophobia scares me all the time.
Imagine being an amazing child ,sibling, grandkid, cousin, nephew, neighbor ,a friend and none of it matters the moment they find out your are gay.
Like everything you have ever being to them gets erased over 'one truth'.
That is not love, that is control.
Sebagai anak yg dari kecil dipaksa harus selalu ngerti kondisi ortu, gue agak sakit sih bacanya.
Lu kayak mau apa² harus mikir lagi, oh ortu gue ga bisa, takut kurang duitnya, takut kalau gagal di hal ini uang ortu sia², takut explore, akhirnya lu stuck dan ga bisa berkembang
Ortu aja udah ngebolehin aku gak menikah. Eh, keluarga jauh yg pulang mudik & ketemu aja jarang2 malah ceramah panjang lebar soal kapan nikah. Yg tiap hari lihat & ngurusin hidupku aja gak mempermasalahkan, kok yg cuma datang sesekali malah merasa paling berhak ngatur masa depan
Already said this in my private acc, but I really hope people can criticize the government without being ableist and homophobic. Dengan kalian keep using wowo tedi jokes, call wowo NPD, call tedi with bunted, kalian sudah membuat jokes yg harmful terhadap marginalized groups.
When you see someone struggling at the gym, help them out instead of judging them. Give them guidance, encourage them, and put them on. We all started somewhere.
Sebagai minoritas, aku gaakan pernah mau denger bacotan "menerima perbedaan, bukan penyimpangan". Karena faktanya kaum mayoritas gabisa terima perbedaan apapun. Harus sama persis dengan maunya mayoritas.
Dan bukan cuma agama.