Jangan lupa, Agung Surahman adalah orang yang
1. Bikin video A Day in My Life, pas ada bencana di Sumatera
2. Orang yang dibelain dijemput ke Bengkulu karena kehabisan tiket, PAKAI PESAWAT KEPRESIDENAN🙂🙏🏻
Ini sudah keterlaluan.
PP terbaru Danantara (PP 19/2026 Pasal 31A) buka jalan APBN suntik modal ke holding Danantara lewat pintu belakang.
Dividen BUMN hilang dari APBN,
tapi Danantara boleh minta injeksi dana negara seenaknya.
Negara gak boleh dapat duit dari BUMN, tapi Danantara boleh minta duit negara?
Udah gila bener ini negara. Uang pajak rakyat diputar untuk kepentingan apa?
https://t.co/bBwHo9hQGy
PANGDAM HENDY ANTARIKSA DIDUGA OTAK PEMBANTAI HUTAN SUMATERA! Beking Tambang Emas Ilegal, PECAT SEKARANG JUGA!
Menurut pengakuan Kasatreskrim Polres Pasaman, Pangdam dan Dandim diduga menjadi backing tambang emas ilegal yang merusak hutan di Pasaman.
Awak menduga, Pangdam tidak hanya melindungi penghancuran hutan di Pasaman saja. Mengingat wilayah tanggung jawabnya mencakup hampir seluruh Pulau Sumatera, sangat mungkin praktik serupa juga terjadi di daerah lain di bawah komandonya. Seorang perwira dengan pola pikir seperti ini jelas tidak layak menduduki jabatan Pangdam, apalagi jika ia diduga menjadi otak sekaligus pelindung utama penghancuran hutan di Sumatera.
Bayangkan jika orang dengan karakter demikian naik ke jabatan yang lebih tinggi. Bukan tidak mungkin seluruh Indonesia akan menjadi korban praktik serupa.
Oleh karena itu, Pangdam Mayor Jenderal TNI Hendy Antariksa harus segera dicopot dari jabatannya.
Untuk diketahui, Dandim Pasaman saat ini adalah Letkol Inf. Darmawan Hendra Wijaya yang menjabat sejak Desember 2025.
Source : https://t.co/qh89fctJI3
https://t.co/BzN4uQwEAx
MENGAPA HANYA INDONESIA YANG HANCUR?
Sementara mata uang tetangga berhasil memanfaatkan fundamental ekonomi untuk menahan gejolak global, Rupiah justru anjlok dua digit (-10,84%).
Alasan "Tekanan Global" tidak lagi relevan.
INI SALAH URUS !!!
Respons ICW atas Pencopotan dan Penahanan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Rekan-rekan jurnalis berikut respons ICW:
1. Pencopotan dan penahanan kepala BGN merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang harus dihormati. Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, aparat penegak hukum harus bekerja secara profesional dan independen.
2. Aparat penegak hukum harus menelusuri dugaan penyimpangan lain dalam proyek MBG. Pemeriksaan tidak boleh berhenti pada dugaan tindak pidana yang saat ini sedang diusut, tetapi juga potensi penyimpangan lain termasuk konflik kepentingan dalam penunjukan mitra dan pengadaan barang dan jasa.
3. Aparat penegak hukum harus menelusuri para pihak yang patut diduga terlibat dalam dugaan pelanggaran proyek MBG, tidak boleh hanya berhenti pada Kepala BGN dan Wakil Kepala BGN.
4. Pemerintah harus membuka seluruh dokumen, kontrak, dan informasi terkait pelaksanaan proyek MBG kepada publik. Dokumen tersebut penting untuk dibuka untuk pengawasan publik dan memastikan tidak ada penyimpangan lainnya.
5. Pemerintah dan seluruh pihak harus menjamin tidak ada intervensi terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan.
6. Pencopotan Kepala BGN tidak menyelesaikan persoalan. Masalah MBG tidak hanya mengenai tata kelola, melainkan kebijakan yang dijadikan alat politik untuk memperkuat atau memperluas dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Mencopot Kepala BGN, terlebih lagi menggantinya dengan orang yang merupakan pendukung Prabowo dalam pilpres tidak akan menyelesaikan masalah MBG. Keputusan itu justru semakin mencerminkan langkah mengamankan kepentingan politik melalui kebijakan MBG.
7. MBG perlu dihentikan. Pemerintah harus menghentikan program MBG dibarengi dengan pembubaran BGN. Setelah itu, anggaran MBG harus segera dialokasikan ke kebijakan lain yang lebih bermanfaat bagi publik.
Demikian disampaikan kepada rekan-rekan wartawan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Indonesia Corruption Watch (ICW)
3 Juni 2025
#KorupsiBGN
Lha, jual beli dapur SPPG mah sudah terjadi bahkan sejak awal, sejak MBG masih dalam pikiran Prabowo
Baru jadi kasus sekarang mah telat, pesta poranya sudah selesai, kalau kata Cinta :
"basi, madingnya sudah terbit"