The danger-alarm has been triggered!⏰
Semua bersiap, keadaan tim semakin buruk dan belum ada tanda-tanda kondisi akan membaik dalam waktu dekat.
Sebuah utas.
Adek adek suporter PSS karo PSIM nek kowe kowe kabeh isih do arep padu mergo graffity dirusak, gendera dirayah, apa meneh merga tulisan nang sosmed jajal sak durunge do ngamuk delok kiwa tengenmu, ana kanca laskar/ komunitasmu sik do kangelan bayar sekolah/ kuliah ora, ana sik do sambat uripe abot nganti muk pengen mati wae ora, ana sik sambat urusan sampah ora, ana sik sambat golek gawean angel ora, ana sik sambat apa apa saiki larang ora, ana sik sante wae ndelok kancane arep modar merga pil sapi ora, ana sik sambat kasus MKYK ra nandi2, ana sik sambat manajemen pss bosok ora?
Nek ora ana sumangga dilanjut le do arep gelut nganti masalah kui kabeh dadi ora luwih penting tinimbang klub bal sik level e isih medioker kabeh
Crigis dewe-dewe, salah-salahan, podo le golek menange dewe. Nek ono sing ngetweet potensi kecroh mute/block rasah direply, retweet beres. Urip dadi WNI wis ribet malah ditambah ngurusi jempole uwong
Nek nunggu menangan sek lagi do gemuruh, mungkin pas PSS turun kasta stadione wis sepi mas. Gemuruh kuwi cara saya dan mungkin sebagian besar pendemen PSS menjaga ben klub ini tetep eneng mas, soal hasil ya pengene ya menangan 😉
Launching PSS hari ini:
Stadion ada.
Pemain ada.
Acara ada.
Gairahnya mana?
Kalau momen menyambut musim baru saja dibuat hambar begini, jangan salahkan suporter kalau bertanya:
Yang sedang dibangun itu PSS, atau sekedar formalitas menjalankan musim?😉
Sepi dari rumor dan hilal pemain baru bukan berarti gak kerja. Semoga aja manajemen lagi skema silent operation, tiba-tiba langsung boom rilis pemain kelas dunia.
Dunia lain🙏🏻 @PSSleman
Kalau suatu hari suara manusia bisa mengguncang stadion, maka Maguwoharjo sudah melakukannya malam itu.
Saat semua tribun berdiri dan bernyanyi bersama, tidak ada lagi yang terdengar selain ribuan suara yang menyatu untuk PSS Sleman.
Bukan satu tribun, bukan sekelompok orang, tapi satu stadion penuh yang menyanyikan lagu yang sama dengan rasa yang sama.
“Seiring jejak langkahku, Mendukung Super Eljaku”
Di momen itu, Maguwoharjo terasa lebih dari sekadar stadion.
Ia hidup. Bernafas. Dan berdetak mengikuti nyanyian suporternya.
Dari utara sampai selatan, dari timur sampai barat, semua saling membalas chant tanpa henti. Drum dipukul semakin cepat dan suara ribuan orang menggema seperti tidak ingin malam itu berakhir.
“Jangan pernah kau ragu, Kamilah pendukungmu”
Lirik itu sederhana, tapi terasa begitu besar ketika dinyanyikan bersama-sama.
Karena dukungan di Sleman bukan cuma soal hadir saat menang. Tapi tentang tetap berdiri ketika keadaan sulit, tetap bernyanyi ketika tim sedang jatuh.
Dan justru di saat-saat seperti itu, suara tribun terasa paling tulus.
“Satukanlah tekadmu, Kobarkan semangatmu”
Mungkin pemain di lapangan lelah.
Mungkin musim tidak selalu berjalan indah.
Tapi selama Maguwoharjo masih dipenuhi suara-suara yang percaya, Super Elja tidak akan pernah benar-benar sendiri.
“Jadilah kau nomor satu, Itulah yang ku mau”
Bukan sekadar tentang klasemen.
Bukan cuma tentang hasil akhir.
Tapi tentang melihat lambang candi di dada itu terus diperjuangkan oleh orang-orang yang benar-benar mencintainya.
Karena bagi suporter PSS, sepak bola bukan cuma pertandingan.
Ia adalah rumah, kebanggaan, dan alasan ribuan orang rela pulang dengan tenggorokan habis demi satu nama.
“Ayo PSS Super Elang Jawa
Jadilah juara Liga Indonesia!”
#PSS #BCSxPSS #SLEMANIA
Ada yang spesial dari lagu tribun milik suporter PSS Sleman.
Bukan cuma soal nada atau seberapa keras dinyanyikan, tapi tentang makna di tiap liriknya.
“Setiap jejak yang kutinggalkan, menapaki harum kemenangan”
Kalimat ini bukan cuma tentang kemenangan di papan skor.
Tapi tentang perjalanan panjang yang dilalui bersama klub yang dicintai.
Tentang ribuan langkah menuju stadion.
Tentang perjalanan kandang ataupun tandang yang melelahkan.
Tentang hujan di tribun, suara yang habis karena bernyanyi, dan rasa bangga yang selalu dibawa pulang, apa pun hasil akhirnya.
Karena bagi suporter, setiap jejak yang ditinggalkan bersama PSS selalu punya cerita.
“Super Elja, lihatlah, kami datang di sini. Menemani, berjanji, kamu takkan sendiri”
Mungkin ini bagian yang paling menggambarkan arti loyalitas sebenarnya.
Di saat banyak orang hanya datang ketika tim sedang menang, tribun Sleman justru dipenuhi mereka yang memilih bertahan saat keadaan sulit.
Tetap hadir meski kecewa.
Tetap bernyanyi meski lelah.
Tetap berdiri walau klub sedang tidak baik-baik saja.
Sebab mendukung klub bukan soal siapa yang paling sering merayakan kemenangan.
Tapi siapa yang tetap tinggal ketika semuanya terasa berat.
“Bersamamu, semangatku tak akan berhenti”
Dan itulah yang membuat lagu ini terasa hidup ketika dinyanyikan ribuan orang bersama-sama.
Karena itu bukan sekadar chant tribun.
Itu janji.
Janji kalau sebesar apa pun masalah yang datang, PSS tidak akan pernah berjalan sendiri selama masih ada suara-suara yang setia bernyanyi di tribun.
“Dan pastikan kami s’lalu datang melihatmu menang”
Sesederhana itu harapan seorang suporter.
Datang ke stadion.
Bernyanyi selama 90 menit.
Mendukung tanpa henti.
Lalu pulang dengan rasa bangga karena klub yang dicintainya berhasil menang.
Karena sejatinya, sepak bola bukan cuma tentang pertandingan.
Tapi tentang rasa memiliki yang membuat seseorang terus kembali, lagi dan lagi, untuk satu nama yang sama: Super Elja.
#PSS #BCSxPSS
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
Aku coba ambil contoh salah satu jersey PSS melalui bantuan chatgpt.
Dengan sponsor yang cukup banyak di depan tentu menjadi perhatian jika ingin mengenakan motif strip.
Monggo masukan para ahil jersi 😁
Ijin mas @JanganGoyah , bagi yang mau jual/beli iphone bisa langsung dm / wa 087888615624 , free antar area jogja , free bonus adaptor buat sleman fans
dulu kita terlalu jumawa sampai lupa pilar-pilar itu akhirnya melemah, kita turun untuk menguatkan pilar-pilar itu dan bersinergi seperti para pendahulu, dan terbukti kita kembali. musim yg akan datang semoga kita lebih baik dalam menjalani dan mensyukuri nya. ojo sombong🫂