Akal tidak membatasi dirinya untuk terbatas tetapi kita yang membatasi akal untuk terbatas. Munculah keraguan pada diri manusia tetapi pada hakikatnya akan ada kepastian yang akan hadir dikarenakan muncul kemungkinan akal sebagai penegahnya.
Fitrah pada manusia sesuatu yang tidak terbatas/luas namun bukan sesuatu yang haqiqi. Mutmainnah didapatkan ketika fitrah teraktualkan dengan sempurna.