di sekitar rumah gue banyak banget anak kecil. sering banget denger mereka ngomong kasar atau ngatain temennya 😭
iseng gue tanya, “udah pada sekolah belum? di sekolah diajarin bahasa inggris gak?”
terus gue random nunjuk objek di sekitar sambil nanya bahasa inggrisnya apa, dan mereka malah planga-plongo 😭
akhirnya gue tawarin, “mau aku ajarin bahasa inggris gak?”
serentak mereka jawab, “MAU!” dengan semangat 😭🥹
terus ada yang nanya, “bayar gak, bu?”
gue jawab, “bayar. bayarnya pake gak ngomong kasar lagi dan gak buang sampah sembarangan.” 😭
akhirnya jadi 2x seminggu mereka duduk di teras rumah gue buat belajar kosa kata bahasa inggris sederhana, cuma 30 menit aja.
setiap ada anak yang lewat, ada aja yang bilang, “bu, aku mau ikut ya besok.”
ada juga yang malu-malu cuma berdiri di balik pagar, tapi tetap ikut bersuara pas kami baca bareng 😭
bahkan ada anak-anak umur 2 tahun yang belum bisa apa-apa, tapi ikut-ikutan ngeramein kegiatan ini 🤣
hari pertama cuma 3 anak, hari kedua jadi 4 anak. alhamdulillah, hari ini udah ada 10 anak 🥹❤️
salsa erwina usul makanan pejabat dan acara DPR pakai menu MBG 15 ribu:
- termasuk perayaan 17 agustus dan rapat dpr
- katanya menu buat pejabat harusnya sama kayak yang diterima siswa
- dia kaitin usulan ini sama sila kelima pancasila
- soal keadilan sosial
- menurutnya gak boleh ada menu khusus atau perlakuan beda buat pejabat
- dia bilang ini juga bisa bantu efisiensi anggaran
- salsa usulin anggaran konsumsi dibatesin sekitar 15 ribu per orang per hari
- katanya kalau pemerintah yakin mbg itu berkualitas dan aman
- ya harusnya mereka juga mau makan yang sama
- kalau tidak berani berani jangan paksa rakyat makan MBG
Gue doain aturan gaji dari cenblu makin susah, biar orang-orang tukang sebar fitnah, ghibah, tajassus dan lain lain cuman buat nyari duit makin gak ada harganya.
2 teman dekatku ada yg daftar dan lulus jadi manager KOPDES. Mereka bukan 02 voters juga, bahkan pas pemilu dulu sampai skrg (sebelum pelatihan di barak) sering share postingan dan awareness mengenai parahnya kekuasaan rezim sekarang.
Tapi apa aku menyalahkan mereka krn tiba2 daftar program itu? Pdhl kami tau, itu program bancakan dan ladang korupsi. Dari presiden yg sama sekali gak kami sukai.
Aku sama sekali gak menyalahkan mereka. Nggak tega tepatnya.
Kami lulusan salah satu PTN di Jawa, lulus tahun 2025. Freshgraduate yang hampir kadaluarsa karena dah setahun lebih. Pengangguran. Pegang beban dari keluarga dan sekitar, tiap ketemu ditanya dah kerja dimana? Yg lebih parahnya, "Masa sih lulusan PTN situ gak dapat kerja, orang yg lulus dari Univ biasa aja gampang nyari kok."
Bedanya aku dan mereka itu karena aku beruntung dapat kesempatan kerja. Sedangkan teman2ku masih struggle sama interview, dighosting perusahaan, bahkan ketolak pdhl tinggal berangkat MCU.
Alasan mereka daftar, ya mencari peruntungan. Mereka juga butuh uang buat hidup. Dan cuma manager KOPDES ini yang mau menerima mereka karena hanya lapangan kerja ini yg "diusahakan" segitunya sama pemerintah. Miris.💔
Mereka juga terpaksa daftar ini guys, kalau ada kesempatan lain pasti gak mau. Apalagi in this economy, apapun yg menghasilkan uang pasti dilakuin. Btw temenku ini gaada posting apapun kegiatannya pas di barak.
lagi jogging sore di samperin odgj.
💂🏻♂️: heh
👱🏻♀️: oi, dari mana?
💂🏻♂️: noh *nunjuk ngga jelas*
👱🏻♀️: oke oke
💂🏻♂️: ngapain?
👱🏻♀️: jogging mau ikut?
💂🏻♂️: ikut
👱🏻♀️: bisa lari ngga?
💂🏻♂️: ngga, capek
👱🏻♀️: yeu tadi mau ikut.
💂🏻♂️: olahraga yah?
👱🏻♀️: iyaaa, biar kurus
💂🏻♂️: gendut yah?? makan banyak?
👱🏻♀️: makan orang, mau di makan?
💂🏻♂️: aaaaaaaa *teriak*
👱🏻♀️: kenapa woy??? jangan teriak teriak
💂🏻♂️: TOLONGGGGGGG
lah kenapa jadi dia yang teriak minta tolong 😭
kan harusnya wanita pick me ini yang teriak
cc : arinahaqa