@Kudabajingan Ribet banget si indonesia. Kaga kasian sama yg lagi bisnis, mikirin listrik, gaji karyawan, modal utama, seharusnya parkir bisa jadi pundi2 tambahan malah jadi ribet.
Katakanlah (Muhammad), "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."
Hidup itu seperti lomba balap motor yang tujuan utamanya adalah menyelesaikan pertandingan. Menang hanya bonus. Terkadang, kita melakukan kesalahan dalam hidup, umpama jatuh dari motor. Orang yang putus asa dari Kasih Sayang Tuhan akan berhenti bertanding dan walkout.
Sementara yang percaya atas Kasih Sayang-Nya akan bangkit, memperbaiki motornya dan kembali pada jalur lintasan sampai menyelesaikan pertandingannya.
Q.S Az-Zumar ayat 53 :
Digunakannya anggaran pendidikan untuk MBG telah memperlihatkan dampaknya. Guru-guru Honorer dilarang bekerja, Guru-guru PPPK PW yang berhasil diangkat hanya digaji ratusan ribu, dan Guru-guru PPPK di beberapa daerah kontraknya tidak dilanjut. Berbagai kasus ini berderet dari Musi Rawas, Dompu, Tuban, Blitar, Deli Serdang, dan wilayah lainnya.
Sebab Pemda sedang tercekik: Tahun 2026, transfer ke daerah hanya 253,4 Triliun. Padahal Anggaran pendidikan 2025 yang di transfer ke daerah 347,9 Triliun: Transfer ke daerah turun 100 Triliun.
Kemenkeu kini tidak mau membagikan diagram lingkaran anggaran pendidikan yang ditransfer ke daerah, karena disitulah kunci masalah kita saat ini.
Skema Tunjangan dianggap akan menjadi jawaban masalah tersebut. Dirjen GTK dua malam lalu baru saja menjanjikan akan menjamin kesejahteraan 237 ribu sisa guru honorer, namun videonya hilang di Metro TV.
Tunjangan guru madrasah dan Tunjangan dosen di bawah Kemenag tidak jelas nasibnya, sekjen Kemenag menyalahkan Yayasan Madrasah Swasta, sementara di Jawa Barat, bantuan untuk sekolah swasta dihilangkan dan diganti dengan program lain. Baik guru-guru dilingkungan negeri dan swasta akan dan sedang terkena dampaknya.
Kita tidak sedang baik-baik saja. Kita akan menghadapi pancaroba.
Sementara, orang Islam sekarang justru sangat keras terhadap orang Islam itu sendiri padahal hanya berbeda pandangan baik di amaliah, politik praktis yang tidak fundamental, dan pemikiran pendapat tekhnis, wajarlah kita dikritik oleh kelompok di luar Islam itu sendiri.
Dalam dunia politik Islam.
Gus Dur sangat bertentangan dengan Sayyid Qutb dalam pandangan mereka terhadap Islam & Negara. Tapi, Gus Dur juga tidak sepakat dengan hukuman mati / gantung yang diberikan Gamal Abdul Nasser (Presiden Mesir) kepada Sayyid Qutb.