@Fahrihamzah Yang layak menjadi 'korban pertama' Tim Khusus adalah @wiranto1947 sendiri... Karena sikap dan pernyataannya intimidatif, mengancam kebebasan dan demokrasi... Sementara dia TUTUP MATA dengan segala ketidak adilan dan standar ganda dlm penegakkan hukum yg terjadi dgn sangat vulgar
@nandikudit@mohmahfudmd@msaid_didu Mslhnya bkn ada atau tdknya kata 'DULU'. Jg bkn soal seruan rekonsiliasi. Jd kalo klarifikasinya dibw kesana ya ga ngena, kesannya malah ngeles
Mslhnya adlh mengangkat isu kewilayahan dg mengungkit sentimen sejarah masa lalu, lalu dikaitkan dg konteks afiliasi politik saat ini
@Dahnilanzar@mohmahfudmd Ehem. Numpang tanya mas. Kalo wilayah yg DULUnya basis PKI, Permesta, RMS itu dimana saja ya?
Tapi ga usah dijwb deh, krn kita ga ingin menyakiti hati saudara2 kita dgn menyinggung2 etnis/wilayah dan peristiwa dimasa lalu. Krn semangat kita adlh mempersatukan, bkn memecah-belah
@msaid_didu@mohmahfudmd Betul, latar belakang Kahar Muzakar bergabung dg DI/TII lebih karena sakit hati...
Selain itu Pak Mahfud juga KELIRU mengatakan pemberontakan PRRI berkaitan dg 'garis keras', karena PRRI itu lebih pd pergolakan daerah krn pembangunan yg timpang, selain krn ada sentimen anti-PKI
@mohmahfudmd@msaid_didu Anda bayangkan jika nanti ada orang balik mengatakan "capres tertentu menang di wilayah2 yang 'DULU' merupakan basis P*I, Perm*sta, R*S, dll"...
Sudahlah, jangan terus mencari2 pembenaran... cukup minta maaf dan kita STOP narasi2 konyol yg menyinggung sentimen kedaerahan...
@mohmahfudmd@msaid_didu Masalahnya bukan ada atau tidak adanya kata 'DULU'... Tapi kenapa harus mengungkit sejarah masa lalu yg dikaitkan dg 'garis keras'... Kemudian dikaitkan dengan konteks saat ini (pilpres)...
@mohmahfudmd Betul DULU, tapi dikaitkannya dg konteks kekinian berkaitan dg afiliasi pilpres
Sudahlah Prof. drpd terus mencari2 pembenaran, sedikit merendahkan hati utk meminta maaf itu lbh baik. Sbg tokoh bangsa, bahkan anggota Unit Kerja Pancasila, jgn malah membuat narasi yg memecah belah