Kalian kangen ga sih sama masa-masa kecil dulu, kira-kira siapa nih yang masa kecilnya suka banget baca majalah bobo? Di jaman sekarang majalah bobo masih ada ga sih?Kalau kalian penasaran yuk kita simak bareng utas ini!
[[A THREAD]] ❗️❗️✨📕📗📘📙
Di samping itu kalian juga menjadi orang yang be smart karena memanfaatkan smartphonenya untuk membaca bukan hanya untuk sekedar main game atau melihat sosial media saja.
Jadi kesimpulannya majalah bobo masih ada teman-teman, hanya saja karena jaman sekarang sudah canggih jadi kalian bisa dengan mudah akses menggunakan smartphone kalian.
Hadirnya perubahan teknologi, majalah bobo saat ini masih menerbitkan dalam bentuk majalahnya juga kok namun ga banyak kamu lihat soalnya hanya ada di beberapa tempat dan di e-commerce saja. Oleh karena itu banyak masyarakat yang gatau kabarnya majalah bobo masih ada atau engga.
Selain media sosial bobo juga ada lho di spotify jadi untuk para orang tua yang ingin dan bingung untuk kasih cerita dongeng apa ke anaknya jadi lebih mudah tinggal buka smartphonenya aja dan sekarang udah ga kebingungan lagi.
Strategi yang dilakukan oleh majalah bobo agar tidak pudar dari masyarakat adalah beradaptasi untuk mengikuti perkembangan dan perubahan teknologi yang ada dimasyarakat. Saat ini majalah bobo mempunyai versi digital online dan memanfaatkan sosial media platform seperti YouTube.
Karena kebanyakan anak-anak saat ini lebih gemar menggunakan smartphonenya untuk mengisi waktu luang dibandingkan dengan membaca buku dan majalah anak-anak.
Namun seiring dengan perkembangan teknologi media digital yang pesat sehingga media cetak seperti Koran dan majalah sudah jarang diminati dan mulai pudar. Namun, Majalah bobo hingga saat ini masih bertahan tapi hanya saja tidak banyak diminati lagi seperti dulu.
Sejak terbit pada tahun 1973 Majalah Bobo pencapaian oplahnya sekitar 50 ribu eksemplar setiap terbit, edisi perdana Bobo pun ludes habis dibeli oleh pembaca. Pada tahun 1980 Bobo sudah mencapai 150.000 eksemplar dan pada akhir tahun 1990 telah mencapai 350.000 eksemplar.
Sejak pertama kali diterbitkan di Indonesia hingga 1974, isi Majalah Bobo sepenuhnya masih diadaptasi dari Majalah Bobo Belanda yang diartikan kedalam bahasa indonesia. Namun, sejak 1975 isi Majalah Bobo sudah sepenuhnya bersumber dari cerita-cerita dalam masyarakat Indonesia.
Majalah bobo pertama kali terbit di Indonesia pada tanggal 14 April 1973. Sebelum majalah bobo itu diedarkan dalam bentuk majalah, pada tahun 1971 hingga awal tahun 1973 majalah bobo itu merupakan halaman anak-anak yang hanya berbentuk dalam 16 halaman di kertas Koran.
Setelah itu mereka memberikan kepercayaannya kepada Adi Subrata (pendiri majalah Intisari dan aktif sebagai wartawan harian) dan Tineke Latumentenlah (wartawan harian kompas) untuk mengembangkan majalah Bobo.
Sejak saat itu lah pendiri Harian Kompas yaitu P.K Ojong dan Jakob Oetama, mereka mengembangkannya menjadi Majalah anak-anak. Bekerja sama dengan majalah Bobo yang ada di Belanda kemudian membuat majalah Bobo versi Indonesia.
Di Indonesia majalah bobo dikelola oleh Kompas Gramedia dan terbit, setiap hari sabtu di halaman harian Kompas yang bernama Sudut Bobo. Saat masuk Indonesia Majalah Bobo memiliki banyak peran penting dalam memajukan minat baca dan kreativitas anak Indonesia.
Sebenernya majalah bobo itu berasal dari mana sih? Asal mula hadirnya Majalah Bobo ini adalah dari negeri kincir angin yaitu Belanda, Majalah bobo terbit sejak tahun 1968 dengan nama yang sama dan biasanya diterbitkan setiap bulan oleh penerbit Malmberg.