GUE GAMBAR LINGKARAN AJA HASILNYA KAYAK KENTANG. NIH ORANG BIKIN GEOMETRI SAMPAI OTAK GUE MINTA RESTART. ๐ญ๐
Awalnya cuma beberapa garis merah dan biru di bidang bundar. Kelihatannya random, kayak orang lagi ngetes spidol.
Tapi makin lama, garis-garis itu membentuk pola rumit yang simetris dan rapi banget.
Yang bikin gila bukan cuma hasil akhirnya, tapi cara dia tahu persis harus narik garis ke mana.
Ini bukan sulap. Ini kombinasi koordinasi tangan, pemahaman pola, ketelitian, dan latihan.
Gue jadi sadar, sesuatu yang terlihat gampang di tangan ahlinya belum tentu gampang buat kita.
Bedanya, dia bikin satu lingkaran jadi karya seni.
Gue bikin satu lingkaran di Microsoft Paint aja masih perlu tombol Undo 17 kali. ๐ญ
Katanya suami lu uda ngomong dan ngingetin berkali kali, tapi tetep aja lu berat ke pekerjaan,kalo dalam agama kami yg wajib kerja bukan lu,Tapi suami.
Misalpun kalo lu kerja, yauda sewajarnya aja buat ngisi kesibukan. Bukan buat di prioritasin.
Pertama lu lebih memilih tetep berangkat jadi panitia dikerjaan tapi bingung anaknya gimana, sedngkan bapak lu di Rs, oke suami lu pulang, meskipun dngan berat hati harus ninggalin lemburan 2 hari.
Itu aja sih pendapat gua. Kedepannya terserah lu aja mo kek gimana. Suami lu juga nyadar kok, kalo dia belum jadi suami yg bener.
Setidaknya dia tau mana yg wajib dan mana haq.
Nanti narasi yang dimainkan rezim Prabowo biasanya gak jauh-jauh dari "siapa di belakang Greenpeace". Atau "waspada kepentingan asing".
Lha terus para pebisnis tambang yang duduk-duduk di konferensi itu siapa dan dari mana saja? Atau mereka lah para patriot NKRI harga mati?
Film BARANG PANAS ditolak beberapa pihak karena dianggap tak tegas menolak geotermal di Indonesia.
Tapi didiskusikan di Harvard, Yale, Berkeley, dan puluhan kampus lain karena dianggap meruntuhkan klaim geotermal sebagai energi baik.
Energi Ramah Tamak
https://t.co/xLtVB3IxaW