"The message is very clear — whoever it is that sent it wants Tempo to be silent and stop criticising the government."
Pig's head, decapitated rats sent to Indonesian media outlet Tempo
https://t.co/nAvOXv4aiA
#intinyadeh
> Di spark, dipiting, dipukulin org tanpa seragam.
> Dateng polisi bertameng, dipukulin lg
> Dibawa sambil dipiting, sepanjang jalan dipukulin
> Sebelum flyover dipukulin sampe jatuh, lalu dgn sengaja dilindes motor polisi sekali
> Dibawa ke DPR, dipukulin
(1/2)
Dapat video dari salah satu jurnalis LPM Kavling10 yang meliput aksi di Kediri (27/03) semalam.
Sangat keji! Polisi menerobos masuk ke Toko Percetakan, demi memukuli demonstran yang sibuk menyelamatkan diri.
Penasaran, jika larinya ke Masjid, apakah polisi masih berani begini?
hari-hari ini kita lihat kembali, wajah-wajah halus yang keras membela kemerdekaan dan demokrasi.
yang tanpa uang, tanpa tentara, tanpa senjata, mau berperang melawan tiran.
pada kalianlah, cinta ini kami berikan. dengan kalianlah, tangan ini akan senantiasa terjabat, erat. 🌹
This week I’ve been thinking about Tempo — one of Indonesia’s most respected media outlets. Tempo has been targeted with terror tactics: a severed pig’s head and dead rats sent to their office. This is intimidation and an unacceptable attack on press freedom. #StandWithTempo