Tampaknya, sebanyak apapun aku menulis tentang rindu, ia tak pernah selesai ditulis, semakin kuungkapkan, ia semakin luas dan semakin dalam.. dan aku, dengan senang hati memilih untuk tenggelam.
Jika boleh berkata jujur, sebenarnya aku takut atas segala hal di masa depan, sebab sesulit apapun yang kujalani saat ini, yang akan datang pasti lebih sulit lagi.. tapi, selama ada Allah, semua akan baik-baik saja, kan..?
Katakan padaku, mengapa sendu di matamu begitu pekat?
Rindu kah yang membuat wajahmu begitu pucat?
Kau tampak layu bagai bunga yang sekarat.
Beritahu aku, jika kau akhirnya menyerah pada pilu itu
Agar kuajak kenangan kita untuk melayat.
semalaman tanganku menggapai ruang hampa
tapi kau tiada disana
semalaman aku berdebat dengan rindu
dan menangisinya dalam mimpiku
tapi kau tak pernah datang
kau tak pernah pulang.
beritahu aku apa yang kau mau, kekasihku
jelaskan padaku apa arti pandanganmu
jangan kau tatap aku dengan matamu yang sendu itu
bicaralah, biar kudengar suaramu
mendekatlah, agar dapat kudengar irama jantungmu
jangan pergi lagi, aku benci sendiri.
entah sebenarnya aku ini sedang memuja kesenduan,
atau berdoa untuk kebahagiaan.
sebab apalah arti syair tanpa luka
penyair memohon bahagia
sedang tanpa sakitnya ia bukan apa-apa