And the end, saya terima niat baiknya bukan barangnya. Produk incaran kemarin sudah ku-CO semua. Walau hanya kenal dari sosmed dan segrup di FWF, tapi energi positif selalu ada darinya. Semoga rezeki Mbak Kinci selalu dilancarkan. ๐คฒ๐ป
Tetiba di WA Mbak Kinci ditanyain mau dikirimin produk apa. GRATIS.
Jadi 'sungkan' sama Mbaknya. Bukan mau nolak rejeki ya tapi saya merasa ga enak kalau tiba-tiba mau dikasih aja. Apalagi produknya dia best buying dan harganya saya tahu, pricey.
Kalau sebagai ucapan terima kasih karena banyak teman FWF beli produknya pakai akun shopeeku yang kebetulan di akunku harganya bersahabat, saya murni mau bantu mereka aja. Tidak berharap apa-apa. Yang kutahu, mbaknya memang baik banget dan royal. Tapi kutetap sungkan.
Ada satu kalimat indah yang bilang begini,
apa yang kita beri belum tentu kembali, tapi apa yang kita beri selalu menunjukkan siapa diri kita.
Dan jujur, kalimat ini menempel di kepala.
Karena ia menggeser pertanyaannya. Dari, โaku dapat apa?โ menjadi, โtindakanku ini sebenarnya menggambarkan siapa diriku?โ
Kita terbiasa menilai segalanya dari hasil.
Kalau kita memberi waktu, kita berharap ada balasannya. Kalau kita hadir untuk orang lain, kita berharap mereka juga hadir untuk kita. Saat harapan itu tidak terjadi, rasanya mudah sekali mengira kita salah hitung, atau merasa sudah memberi terlalu banyak.
Saat kita memilih sabar di momen yang menguji hati, itu menunjukkan sesuatu.
Saat kita menepati janji, padahal sedang repot dan rasanya tidak nyaman, itu juga menunjukkan sesuatu.
Saat kita peduli pada orang lain, murni karena memang peduli, tanpa agenda tersembunyi, itu pun menunjukkan sesuatu.
Ada usaha yang hilang tanpa tepuk tangan. Ada hubungan yang pudar tanpa penjelasan. Tapi itu tidak membuat kebaikan kita sia-sia. Itu justru membuatnya tulus.
Karena pada akhirnya, kita tidak selalu bisa mengatur apa yang akan kembali kepada kita. Tapi kita selalu bisa memilih apa yang keluar dari diri kita.
Terpampang jelas tulisan dilarang merokok di area kolam renang dan kantin. Eh, masih ada aja orang egois yang merokok. Greget mau ke security laporin. ๐
Alhamdulillah, rezeki tahun ini bisa berqurban. Big thanks banget buat Mbak Dita yang memberikan akses kesempatan berqurban sekaligus menyalurkannya ke orang yang membutuhkan. Masya Allah tabarakallah.
Agak kurang sreg sama GEMAR (gerakan ayah mengambil rapor) ini. Kan tidak semua anak punya ayah. Walaupun niatnya bagus agar ayah juga ikut berperan dalam kegiatan sekolah anak.
Ternyata dia sudah hapal hari ini pakai baju seragam ngaji. Kutemukan handuk di lantai, ternyata dia mandi sebelum berangkat ngaji. Masya Allah, kuterharu. Tulisannya kurang huruf N karena katanya dia lupa. ๐ฅฒ
Zia sore tadi kutinggal sebentar karena mau jemput papanya di bandara. Dia ngotot nda mau ikut karena lagi asyik main sama anak tetangga. Kutinggal 30 menit sebelum dia berangkat ngaji. Pas pulang, sudah ada pesan ini tertempel di pintu. Kucek dia pakai baju apa.
โIf Iโm ever reborn, I want to be your daughter again. Dad, Iโm sorry and I love you. Thank you.โ Eldest daughters are held to such high expectations that it can be alienating. They feel everything, even if they donโt express it. They could never make me hate you Sung Bora!!!