SIMPLY... THANK YOU, LEO. 🇦🇷✨
Lionel Messi has played his final World Cup match. 💔🏆
It was a journey filled with records, goals, and glory. Your legacy and your 8 Ballons d'Or are eternal. 🌕
🔗 More about his golden career on https://t.co/qkKEZsNOIB!
#ballondor#worldcup #argentina #messi
Tus lágrimas son las nuestras, Capitán 👑🇦🇷
Nos diste las alegrías más grandes de nuestras vidas. Gracias por la entrega, por la magia y por dar la vida hasta el último segundo 🙌
¡Te amamos para siempre, Leo! 🩵🤍
STANFORD ACABA DE FILTRAR GRATIS LA CLASE QUE EXPLICA COMO FUNCIONA CLAUDE Y CHATGPT POR DENTRO
La mayoria desperdicia el 90% de su potencial
Stanford te lo enseña en 1h44 minutos
Guardalo en favoritos para no perderlo 🔖
🇩🇪🇦🇷🇪🇬 | Toni Kroos destruyó las conspiraciones de los fracasados que aseguran que Argentina le robó a Egipto en el Mundial:
"No entiendo por qué la gente siempre busca excusas después de un resultado como este. El fútbol se decide en 90 minutos, no por un solo momento. Egipto jugó una primera mitad excelente, pero, después de ponerse 2–0, perdió el control del partido y Argentina aprovechó. Eso es lo que hacen los equipos de élite.
"La gente sigue hablando del árbitro y del VAR, pero, si ves el partido de manera objetiva, la remontada de Argentina se construyó sobre su intensidad, calidad y mentalidad. Creyeron hasta el pitido final, mientras que Egipto no pudo mantener el mismo nivel que mostró al principio.
"No podés tirar por la borda una ventaja de dos goles contra uno de los mejores equipos del mundo y luego reducirlo todo a una sola decisión. El fútbol es mucho más complejo que eso.
"Siempre habrá debates sobre el arbitraje, y eso es normal. Pero decir que el partido fue 'robado' o que el torneo se está regalando a Argentina es injusto para todos los jugadores en el campo. Los jugadores deciden los partidos con sus actuaciones, no con teorías conspirativas.
"Lo difícil, después de una derrota, es aceptar que el rival fue mejor en los momentos decisivos. Argentina merece crédito por la forma en que respondió bajo presión, y Egipto debería estar orgulloso de su actuación mientras también aprende de los errores que le costaron caro. Eso es el fútbol".
🚨 🗣️ Mohamed Salah refuses to blame the referee after Egypt’s exit.
🗣️ “It’s difficult to accept because we were leading 2-0. We believed we had the game under control.
🗣️ I’ve seen the reactions after the match, but people need to understand emotions take over. Ziko never meant to disrespect Messi or FIFA. He was simply hurting after the final whistle.
🗣️ Personally, I don’t think Egypt were robbed. The referee made decisions like every referee does, but I don’t believe the result was decided by officiating.
🗣️ I’m proud of this team. We fought together until the end and that’s all you can ask for.
🗣️ Congratulations to Messi and Argentina. I hope they go all the way.
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
Harga BBM Indonesia walaupun naik, masih SANGAT MURAH dibandingkan negara-negara ini.
Australia : Rp21.000
Kanada : Rp22.000
Jepang : Rp20.000
Singapura : Rp36.000
Jerman : Rp33.000
Belanda : Rp35.000
Italia : Rp32.000
Spanyol : Rp30.000
Indonesia : Rp14.000
Harga BBM di Indonesia masih relatif terjangkau. Ini berkat sinergi & komitmen pemerintah dalam memastikan BBM yang murah, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat
Begitulah kata buzerp.....
Tapi yang tidak di ungkap adalah gaji rakyat disana, nih awak luruskan biar gak makin prabodoh
Gaji rata-rata penduduk
1. Australia : Rp45 juta/bulan
2.143 liter/bulan
2. Kanada : Rp40 juta/bulan
1.818 liter/bulan
3. Jepang : Rp32 juta/bulan
1.600 liter/bulan
4. Singapura : Rp75 juta/bulan
2.083 liter/bulan
5. Jerman : Rp55 juta/bulan
1.666 liter/bulan
6. Belanda : Rp60 juta/bulan
1.714 liter/bulan
7. Italia : Rp35 juta/bulan
1.093 liter/bulan
8. Spanyol : Rp30 juta/bulan
1.000 liter/bulan
9. Indonesia : Rp3,1 juta/bulan
221 liter/bulan
10. Gaji honor nakes dan guru: 250k/bulan
17,8 liter /bulan
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.