bukti nyata 1 langkah kecil bisa berarti besar..
meet Arief Kamaruddin
pemuda 34 tahun dari Ciliwung yang bikin gubernur Jakarta gelar rapat khusus soal ikan sapu-sapu
kenapa dia mulai gerak
> dari kecil hobi jala ikan
> dulu dapetnya udang atau lele liar
> sekarang isinya sapu-sapu semua
> spesies asli ciliwung hancur sisa 20 spesies
> sapu-sapu ini invasif dan nggak ada predator
cara kerjanya hardcore
> turun ke sungai 1-3 jam tiap hari
> kadang nyari sampe jam 2 pagi
> nyemplung ke air keruh beracun
> ngeraba akar pohon pake tangan kosong
> resiko: beling, paku, ulerdapet ikan, patahin lehernya, lalu kubur
impactnya nggak main-main
> viral sampe masuk podcast close the door
> gubernur dki langsung instruksi walikota
> dinas gelar operasi massal tiap jumat
> di jaksel kemaren tembus hampir 7 ton
> rilis warning bahaya makan sapu-sapu ciliwung
strateginya pinter
dia pake sapu-sapu cuma buat pintu masuk
tujuan utamanya nyentil isu sampah dan limbah
karena kalo bahas sampah doang publik gampang abai
dari jaring seadanya, dia sukses maksa birokrasi buat turun tangan.
di tempat kalian ada sosok
seniat ini nggak?
[PERNYATAAN SIKAP]
Darurat Pembatasan Informasi Bencana: Negara Wajib Minta Maaf
Dalam beberapa hari terakhir, pembatasan terhadap pemberitaan bencana di Sumatera terjadi secara masif dan sistematis. Polanya jelas dan berbahaya.
-utas-
Thirty years ago, Ebiet searched for answers to recurring disasters, questioning the sea, the sky, and the sun, but finding only silence.
He assumed maybe God was tired of us or nature had turned away.
Today, the question has an answer.
The cause of the disasters isn't divine or nature.
It's the government
When a president owns nearly 100K Ha of pulpwood plantation in the region wrecked by floods & landslides that killed hundreds of his own citizens, he can't plausibly lead the country out of crisis. He is part of the crisis.
Jakarta Post X Omong-Omong:
https://t.co/SzCrKMEvCR
Kita melihat angka itu 712 Tewas, 507 Hilang dan kita tahu, itu bukan sekadar statistik. Itu adalah ratusan jiwa yang terenggut oleh lumpur busuk, ribuan keluarga yang hancur, dikubur oleh kegagalan sistematis yang tak pernah mau belajar.
Bayangkan kesunyian yang mencekik itu: lumpur tebal menelan rumah, meninggalkan hanya sisa atap yang menyembul . Di balik angka 507, ada ratusan orang yang masih ditunggu di pinggir sungai yang kini hanya berisi puing. Mereka hilang, tapi kita tahu ke mana mereka pergi: mereka diambil oleh nafsu serakah para pembalak yang dilindungi.
Mereka yang berwenang akan mengumumkan "masa berkabung," mengeluarkan pernyataan belasungkawa resmi yang dingin. Mereka akan berbicara tentang "takdir" dan "bantuan logistik." Ironisnya, mereka menangisi korban tewas, sementara mereka menolak menyebut nama pembunuhnya yaitu para pengusaha yang mengantongi izin palsu dan pejabat yang menutup mata.
Duka ini adalah kontrak mati yang ditandatangani oleh pemangku kebijakan di balik meja mewah.
Kita, sebagai rakyat, hanya bisa berduka dan merangkul sisa-sisa yang tertinggal. Kita terpaksa menerima kenyataan pahit ini: negara hadir dalam wujud upacara pemakaman, tapi absen saat hutan dibabat. Kita sedih, tapi juga marah tak berdaya. Karena kita tahu, duka ini akan terulang lagi, selama impunitas bagi perusak hutan tetap dilestarikan.
Kami berduka atas nyawa yang hilang, dan kami mengutuk sistem yang merampas hak mereka untuk hidup.
Merefleksikan tulisan dari mba @BivitriS di Kompas.
Ada bagian yang bikin mimin agak ngerasa sedih kalau ngeliat kondisi sekarang:
"Selama ini, pengurus negara memberi label mentereng pada generasi muda sebagai generasi emas.
Tetapi, emas dalam peradaban tak akan lahir dari generasi yang patuh seperti robot dan tak berani bersuara"
Siaran pers LBH-YLBHI
Hentikan Brutalitas, Kekejaman dan Tindakan-Tindakan Tidak Manusiawi dalam Menangani Demonstrasi
“Hingga hari ini LBH-YLBHI mencatat setidaknya 3337 orang ditangkap, 1042 mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit, serta 10 Orang Meninggal”
YLBHI menilai Pemerintah Prabowo sedang menyebarkan ketakutan terhadap warga negaranya sendiri. Penggunaan kekerasan, tuduhan kriminal (makar, terorisme) terhadap warga, penangkapan, penyerbuan, dan penembakan gas air mata yang terjadi di dalam kampus, dan pengerahan tentara dalam patroli sudah menunjukkan bahwa aparat gabungan tidak lagi bergerak untuk mengamankan jalannya aksi, namun sudah mengarah pada represi sistematis dan bentuk teror terhadap rakyat. YLBHI mengingatkan Pemerintah untuk instrospeksi diri dan tidak abai terhadap berbagai tuntutan rakyat yang disuarakan melalui aksi massa.
Siaran pers lengkapnya dapat dibaca lewat tautan berikut: https://t.co/z2BOXYdxS5
Jakarta, 2 September 2025
Salam
Pengurus LBH-YLBHI
Affan Kurniawan berpulang.
Di rumah duka, Affan Kurniawan disambut tangis sedih keluarga. Affan Kurniawan pengemudi ojek online (ojol) meninggal karena dilindas mobil kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta Pusat, pada malam 28 Agustus 2025.
Jenazah akan dimakamkan di TPU Karet Bivak pada 29 Agustus 2025.
Kita tak ingin ada Affan-Affan berikutnya. Cukup.
#AffanKurniawan #Ojol #AparatKeparat #ProjectMultatuli
Sebagai antropolog, saya tak berusaha menjawab apa santet itu ada atau tidak. Saya lebih akan menelusuri kenapa dia dipercaya dalam konteksnya atau, bahkan lebih spesifik, situasinya. Dalam situasi yang tepat, dia dipercaya, bahkan oleh mereka yang mengaku tidak percaya.
Dua puluh lima tahun lalu, Presiden Soeharto menutup masa kekuasaan lebih dari tiga dekade.
Peristiwa 21 Mei 1998 menandai era baru Indonesia yang lebih terbuka dan demokratis.
#MajalahTempo
Pasal berita bohong di KUHP baru mencemaskan jurnalis. Tentu bujer akan bilang: makanya jgn bikin berita bohong, gitu aja susah. Masalahnya, yg menentukan berita itu bohong, atau "patut diduga" bohong, siapa? Cek tweet saya selanjutnya utk membuktikan definisinya bisa sewenang2.