Jika tiap hari berita menampilkan omongan laki2 setengah baya di perkotaan, maka kelompok yg paling tak didengar adalah perempuan di perdesaan, tua atau muda. Ini Jendela Perempuan Adat, salah satu upaya kami menyempitkan ketidakadilan informasi.
https://t.co/28AjGHXnj4
@yozariam Iya ini jijik banget. Tiap aku lewat lapak ini, aku merasa dilecehkan. Ini stasiun Palmerah baru buka ya. Sbg BUMN terbaik yg kempein anti KS/pelecehan, ga mestinya KAI izinkan buka lapak ini. Aku jd merasa ga aman. Di MRT Lebak Bulus juga.
Ternyata kekhawatiran Indonesia (c)emas sudah berlangsung sejak dulu, ya? Ini ada di majalah Sintesa edisi 10 tahun 1995. Entahlah Papa dapat majalah ini dari mana.
2. Apakah kata sesudah "di" menunjukkan tempat atau waktu? Sini, sana, mana, luar, dalam, kolong, atas, pagi, siang? Jika iya, maka "di" sebagai kata depan, ada spasi antara dua kata.
Semoga tweet sederhana ini bisa mengurangi jumlah kata "disini dan di jual". Amiiiiiiiiiiiin.
"Disini vs di jual"
Bingung dengan kata "di"? Imbuhan atau kata depan?
Jawab dua pertanyaan ini sebelum memutuskan:
1. Apakah kata sesudah "di" adalah kata kerja? Jika iya, maka dijual, dibeli, atau tanpa spasi. "Di" di sini adalah imbuhan
... jadi warga sini, harus cicil mobil dan motor krn tak ada transportasi publik yh baik tp harga rumah makin tak terjangkau, IPL naik terus, air PAM naik harga, sekolah negeri kualitas pas2an, yg swasta mahal.
Oh Tangselku...
...bukanlah cara efektif menyebarkan tautan. Pajakku disia2kan.
Kedua, himne? Buat apa? Kecuali isinya sbb, maka ga ada gunanya itu himne Tangsel, buang2 pajakku lagi.
Oh Tangselku, 70% dikuasai developer, yg buang sampah ke Cipeucang, limbah cair ke Cisadane
Oh Tangselku...
Keluar dr kantor pajak, baca plang: pajak Anda utk membangun negara. Jelang bayar parkir, aku hampir kejeblos lubang krn jalannya rusak.
Lalu ke jalan besar, lihat baliho guede, isinya: Unduh Himne Tangerang Selatan, di bawah ada tautan YouTubenya.
Ada dua hal: baliho besar...
Seperti halnya pembangunan di negeri ini yang ugal-ugalan, pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di bawah Kominfo, yang kini berganti Komdigi, juga tak mau kalah ugal-ugalannya.
Lumpur Tebal di Antara Proyek Pusat Data Nasional yang Mangkrak di Batam https://t.co/fyK9qyjE3O
Sebagai antropolog, saya tak berusaha menjawab apa santet itu ada atau tidak. Saya lebih akan menelusuri kenapa dia dipercaya dalam konteksnya atau, bahkan lebih spesifik, situasinya. Dalam situasi yang tepat, dia dipercaya, bahkan oleh mereka yang mengaku tidak percaya.
Tetap semangat Gus, njenengan dan penjual es teh sudah selesai dan damai.
Kalau masih ada yang memframing kasus ini, kemungkinan besar memang tidak suka dan sengaja ingin menjatuhkan Gus Miftah.
#BersamaGusMiftah
Ini media2 buat apa ya ngutip2 dia ngomong gini. Iya dia memang pejabat, tapi ga semua omongannya harus dipublikasikan kan. Kemarin juga aku lihat wajah dia di stasiun kereta, di berita Antara: Puan ajak anak muda lawan korupsi.
Padahal dia2 juga yg mengesahkan pelemahan KPK.
Pameran In/Visible Walls di Kampung Susun Kunir. Pembukaan hari Sabtu, 14 Desember 2024, pukul 10:00 WIB. Terbuka untuk umum.
Pameran ini bercerita tentang Kota Tua dan kampung-kampungnya yg berangkat dari bincang-bincang bersama warga.
Komen dia soal yg bu Yati: itu kan sdh tahun lalu.
Ya artinya dia udah menjijikkan sejak lama, ga baru2 ini aja. Dia pikir apa, kalau tahun lalu, ya udah berlalu?
Jd, apa kita tdk boleh marah/tersinggung thdp suatu yg disebut "candaan"?
BANGSAT KALIAN PARA TOKOH/ELITE, SDH NYAMPAH TERUS KE MASYARAKAT!! GAGAL GAK MINTA MAAF, MALAH RAKYAT DISURUH SABAR LAN NRIMO. TAI LAH KALIAN.
Buat yg suka candaan seksis, insecure banget sih sama perempuan
Selamat @evimsofian, Direktur Eksekutif Project Multatuli, masuk dalam nominasi Anugerah @dewanpers 2024. Penghargaan atas komitmennya dalam mendorong jurnalisme yang independen dan bermutu.
#AnugerahDewanPers#ProjectMultatuli