Manusia itu versi yang terus diperbarui.
Kadang lebih baik, kadang malah error sendiri.
Tapi tenang,
hidup ga pernah minta sempurna cuma minta kita ga uninstall diri
Dan saat badai itu datang, aku harap kamu ingat untuk mencoba satu hal: tarik napas panjang, tahan sebentar, lalu lepaskan.
Bukan karena itu solusi untuk segalanya, tapi karena terkadang kita hanya perlu diingatkan bahwa kita masih bernapas, dan bukankah betapa indahnya hal itu?
Perseverance melalui practice dan hope yang bikin kita mau bertahan dalam waktu yang lama sampai interest kita bisa berubah jadi purpose yang lebih dalam. Dan sebaliknya, dengan purpose yang kita punya bisa membantu kita bertahan di masa masa sulit
Ini semacam hasrat purba yang lebih tua dari manusia. Dan aku tidak berbicara perihal parasmu, atau apa yang kau punya. Ada sesuatu tentangmu yang membuatku merasa baik baik saja, entah apa
Kalau cenderung suka berpikir dan berlogika, mereka kira mereka ga perlu berurusan dengan emosi dan perasaan. Kalau cenderung perasa dan beremosi mendalam, mereka kira mereka ga akan bisa cakap berpikir dan berlogika. Padahal keduanya bisa sama sama diasah dan ditumbuhkan
Aku sampai di satu kesimpulan sederhana. Kesuksesan dan kegagalan bukan dua hasil yang berlawanan, tapi dua fase dari proses yang sama. Kalau satu ga ada, satu lainnya ga muncul. Kalau kesuksesan layak dirayakan, maka kegagalan sebagai syarat keberadaannya, juga layak diapresiasi
Sembuh itu butuh waktu, bukan paksaan. Saat semua tidak berjalan semestinya, kita bisa mengangkat tangan untuk menyerah, atau mengangkat tangan untuk berdoa. Kuharap kau memilih yang kedua
Halusinasi atau kenyataan, saya sudah tidak tahu lagi bedanya. Suara Ibu menyemangati saya agar tidak berhenti melangkah. Kaki ini makin goyah, cengkeraman makin longgar. Bu, tidak apa apa kan kalau anakmu ini menyerah?
Perjuangan bukan tentang memaksa maju ketika keadaan tidak memungkinkan. Sesekali, kita harus mundur, mengatur strategi, dan mencari jalan lain. Lagipula bukankah kata pepatah, "Banyak jalan menuju Roma?" Tapi, saya tidak mau ke Roma, saya mau ke hatimu
Saya percaya setiap doa yang kita panjatkan didengarkan oleh Tuhan. Meskipun, beberapa doa tidak dikabulkan. Segalanya tidak mesti terwujud sekarang juga, mungkin harus menemui halang rintang dan waktu yang panjang. Namun pada akhirnya, yang seharusnya terjadi, pasti terjadi
Kenangan diciptakan untuk menetap, meskipun kenyataan sudah lama pergi, begitulah cara otak kita bekerja. Makanya, kebanyakan dari kita senang terperangkap di masa lalu, daripada menangkap masa depan