Izin menambahkan informasi.
Seorang ayah yang merokok sebelum punya anak dapat meningkatkan risiko kesehatan anak melalui kerusakan DNA pada spermanya.
Zat kimia dalam rokok, seperti nikotin, tar, dan karsinogen lainnya, dapat menyebabkan mutasi genetik yang diturunkan ke anak, meskipun ibu-nya tidak merokok.
Peningkatan kanker darah naik 3-4 kali lipat pada anak dengan seorang ayah yang merokok. Selain itu, risiko terjadinya kelainan jantung bawaan juga lebih tinggi pada anak dengan ayah seorang perokok.
Jadi pilih "makin ganteng" atau "anak lebih sehat"?
Semoga bermanfaat.
Sumber:
Liu (2011). Paternal Smoking and Risk of Childhood Acute Lymphoblastic Leukemia: Systematic Review and Meta-Analysis.
Makanya waktu iblis masuk ke dalem tubuh Adam (sebelum ruh Adam dimasukkan ke jasadnya), iblis berkesimpulan bahwa manusia itu makhluk lemah karena di dalem tubuhnya ada rongga (perut).
Hampir semua masalah, dari mulai fisik sampe sosial, awalnya dari perut.
I read it somewhere "We romanticized the wrong organ the stomach is more emotional than the heart" and it feels so true. We feel butterflies in our stomach and when we're sad we lose our appetite our stomach gets affected by emotions way more than we realize.
Pernah ketemu sama tulisan yg hangat banget:
"Kenapa kita butuh sholat 5 kali sehari?
Karena tak ada satu pun di dunia ini yang rela bertemu denganmu lima kali sehari, dalam keadaan senang, sedih, susah, patah hati atau kuat, kecuali Allah."
Such a beautiful reminder...🥹🤍