Reading a book in public is only performative to people that don’t read books. To a reader, every waiting room, park bench, and train carriage is another potential chapter.
capekyah terombang-ambing sebagai middle class 😂😂😂😂 mau komplain tapi masih bisa nyanggupin, mau gak komplain tapi banyak yang lebih penting dan NECESSARY 😂😂
tu soal kenapa cewe ga pernah keliatan di warteg masih aja jd ketahanan pertanyaan lanang, singkat saja kalian tuh bikin risih (ya kelakuan ya ngudud mulu). dari zaman sekolah banyak perempuan rela muterin jalan biar ga lewatin gerombolan cowo.
tadi dengar bapak bapak bilang "untuk semua orang orang di desa, jangan pergi belanja ke kopdes merah putih, belanja aja ke warung depan rumah. emangnya kalau kalian lagi susah siapa yang lebih dulu tolong kalian? tetangga atau negara?"
yeay antistatisme semakin relevan 🤭
Ya Allah may this kind of man never find me and never ever become my partner. Ga bisa ngebayangin gue sebagai perempuan dan manusia harus mengorbankan cita-cita serta visi hidup gue cuma buat membiarkan laki-laki mewujudkan cita-citanya sendiri tanpa timbal balik yg sama