Bismillahirrahmanirrahim.
Hari ini, izinkan saya Ririe, mewakili Ibam dan anak-anak kami, menyampaikan Surat Terbuka kepada Pemimpin tertinggi negeri, Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.
Dengan segala kerendahan hati, kami memohon perlindungan hukum dari ketidakadilan yang kami hadapi. Agar kebenaran tidak dikalahkan oleh hal-hal di luar fakta persidangan. Agar keadilan benar-benar ditegakkan sebagaimana mestinya.
Kami percaya, negara tidak boleh membiarkan warganya merasa sendirian dalam menghadapi ketidakadilan.
Semoga surat ini sampai dan diterima dengan baik oleh Bapak Presiden. Demi keadilan berdiri setegak-tegaknya di negeri ini. Demi hilangnya rasa takut dari mereka-mereka yang dengan jujur dan tulus hendak membantu negara dengan keahlian mereka.
Terima kasih, Bapak Presiden @prabowo 🙏🏻
Sudah tuntutan gagal paham soal saham, kami ngga punya uang sebesar yang dituduhkan, masih saja kami dituntut 15 tahun penjara dan bayar Rp 16,9M.
Kalau ngga bayar, total hukuman jadi 22,5 tahun!
Ini kacau. Kami benar-benar dipermainkan.
Tolong, bantu kami. Bebaskan Ibam.
Zionis Pesek Bernama Abu Janda
Eh, lu perhatiin nggak sih si Abu Janda itu? Makin ke sini makin terang-terangan banget jadi pemandu sorak Zionis
Gak tanggung-tanggung, gayanya udah kayak agen Hasbara versi kearifan lokal.
Jelas banget dia itu local proxy yang lagi dapet panggung.
Parah sih, tiap postingannya itu lho, narasi Zionis dipoles halus pakai bungkus toleransi.
Pinter banget dia mainin image laundry biar kelihatan keren.
Padahal mah kalau jeli, dia itu cuma useful idiot buat agenda gede di luar sana.
Kerjanya cuma teriak-teriak sesuai naskah yang udah disiapin majikan.
Lihat aja pas dia ke sana, pamer foto sambil senyum-senyum nggak jelas. Itu sih kode keras kalau dia emang bagian dari circle mereka.
Emang beneran cunning sih cara mainnya, pake muka lokal tapi suaranya suara asing.
Udah kayak badut yang lagi pementasan, tapi penontonnya udah pada pinter.
Banyak yang curiga ini mah bukan soal idealisme, tapi soal incentive yang cair terus.
Mana ada orang mau dibenci se-Indonesia kalau nggak ada "bensin" yang kuat di belakang.
Dia mah asyik aja jadi distraction biar isu yang lebih gede nggak kelihatan.
Emang didesain buat bikin gaduh biar kita fokus ke tingkah konyolnya dia.
Pokoknya sophisticated banget deh cara lobi-lobi internasional ini masuk ke medsos kita.
Dia cuma pion kecil yang dipasang di depan buat pasang badan.
Kita mah tontonin aja terus sirkus ini sampai bosen sendiri.
Nanti juga kalau udah nggak laku, bakal diganti sama badut baru lagi.
#AbuJanda #AgenZionis #israel #ZionisPesek
Masya Allah....
Seorang pria menemukan Al-Quran suci yang berasal dari era Ottoman, ditulis dengan tinta emas, yang mencerminkan kemegahan dan ketelitian seni Islam pada masa itu.
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
Sahabat, bantu saya dgn menandatangani petisi ini. Kami membutuhkan dukungan dari seluruh msyrkat Indonesia u mendukung Mahkamah Konstitusi menyelamatkan KPK dgn menganulir UU KPK baru yg melemahkan KPK.
Terima Kasih
https://t.co/yPTgLf2IH6