Cara kerja otak politisi: mereka tahu apa yang benar untuk dilakukan, tetapi lebih takut kehilangan dukungan dan gagal terpilih kembali setelah melakukannya.
Masalahnya bukan kurang pengetahuan, melainkan insentif politik dan risiko elektoral.
https://t.co/RsAxA0Yt6E
@tempodotco Okeโฆ itu urusan beliau.
Yang jadi urusan banyak orang ituโฆ setelah beliau berpidato, besoknya IHSG di angka berapa & Rupiah di level mana?
Pelaku bursa tak terlalu peduli indah atau tidaknya kata-kata.
Yang mereka tungguโฆ habis pidato, market tepuk tangan atau tepok jidat?
Sistem kerja otak manusia memang dirancang buat otomatis ๐บ๐ฒ๐บ๐ฏ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ต๐ฎ๐น-๐ต๐ฎ๐น ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฑ๐ถ๐ฎ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ฝ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ฝ๐ฒ๐ป๐๐ถ๐ป๐ดโฆ termasuk cara berhitung metode matematika dasar.
#Neuroscience
@tempodotco Besokโฆ kalau seandainyaโฆ. setelah Shalat Idul Adha, semoga Bapak berkenan turut mendoakan agar bangsa ini semakin disiplin dalam menjaga fiskal dan pengelolaan keuangannya.
@JukiHoki Yang rajin bagi-bagi sembako menjelang pilpres dan โmenyemangatiโ warga berangkat ke TPS dengan uang, biasanya punya peluang terbesar untuk terpilih.
Sementara yang layak tidak muncul di kertas suara, karena sosok seperti itu cenderung menyulitkan korupsi, kolusi, dan nepotisme.
@tempodotco Sebelumnya, MSCI, Moodyโs, dan S&P telah memberikan sorotan tajam terhadap pasar keuangan Indonesia.
Hal ini mengindikasikan bahwa tata kelolanya masih dinilai lemah dan belum menunjukkan pengelolaan yang cermat.
By Antek Asing ๐