Di QRT banyak yang bilang kemungkinan alasannya kuliah di sana karena FK di UNHAN gratis dan dapat uang jajan..
Jadi sepakat ya Pendidikan Gratis itu jauh lebih penting daripada Makan Bergizi Gratis..
❌Tanpa fisioterapis
❌Tanpa masseur
❌Tanpa latihan dan aklimatisasi krn kedatangan mepet
❌Hanya didampingi satu pelatih
❌Keberangkatan sampai akhir Juni tdk jelas.
❌TIDAK DISUPPORT PEMERINTAH
Lalu dgn banyak keterbatasan bisa mendapatkan emas di World Climbing Series itu menunjukkan kualitas seorang Desak Made Rita.
Seorang yg terkenal di lingkungan Pelatnas sangat berkomitmen, fokus, pekerja keras, punya mental tahan banting.
Rita adl pahlawan bangsa.
Tp ironisnya ia bertarung dgn birokrasi yang ruwet, bertarung dgn ketidakjelasan prioritas anggaran, bertarung dgn politikus2 yg memanfaatkan namanya hanya ketika dia menang.
Jerome Polin kembali berikan pendapat dan merasa capek tiap hari liat berita buruk, melalui akun sosmed nya ia bilang:
"Jujur at this point aku bingung, kita sebagai rakyat tuh bisa apa sih? speak up di sosmed udah, ga didenger. Dilawan pake buzzer lagi. Demo udah, ga ada perubahan. Dilawan pake demo bayaran. Ada cara apalagi?? Segakbisa ngapa-ngapain itu kah?
Asli bingung dan bertanya2, apa masih ada harapan?
Yang berkontribusi malah dikriminalisasi. Terus harus apa? Bisa apa?
Rakyat susah cari kerja, kualifikasi harus S1 minimal. Eh ada yang ga lulus S1 jadi komisaris, segampang itu?"
real banget. giliran mbg mau distop langsung pada bingung mau kerja apa. emang core problem-nya tuh bukan anak sekolah kelaparan, tapi lapangan kerja yang beneran gak ada. we are literally fighting for our lives nyari kerjaan 💀
Jahatnya gak kira-kira emang hakim dan jaksa ini. Mereka masih ngeyel Nadiem ada Kepentingan dengan Google. Padahal, pada saat ditantang oleh Nadiem untuk menghadirkan pihak Google, Jaksa takut terbongkar bohongnya. Lalu, pada saat Nadiem sendiri yang menghadirkan Google di persidangan, dan Jaksa tidak bisa mendebat fakta bahwa Nadiem benar, Jaksa dan hakim tidak mau menerima bukti dan fakta tersebut.
1/3
Selama orang ga marah & turun ke jalan skala besar, gaakan berhenti yg begini-begini.
Di negara beneran, kalo eksekutif kurang ajar, legislatif bakal galak. Beneran mengawasi.
Sayangnya kita di negara bandit. Eksekutif, legislatif, yudisial sekongkol semua
JUST IN: Tanggapan Media Askar, Dosen UGM sekaligus Direktur Kebijakan CELIOS terkait meningglanya 5 calon Manajer KDMP
"Ungkapam duka cita itu tidak mengembalikan nyawa saudara kita"
"Selama 10 tahun terakhir, empat orang meninggal dalam wajib militer di Korea Selatan, dan itu jumlahnya dua juta orang."
"Indonesia, hanya dalam dua minggu, lima orang meninggal untuk pelatihan militer. hanya pesertanya 32.000 orang."
"Lebih ironi lagi, di Korsel itu pelatihan militernya untuk perang, di Indonesia pelatihan militernya untuk calon manajer toko kelontong, ini absurd, ini aneh, ini tidak bisa diterima dengan akal sehat!"
"Jadi cara berpikir kebijakan kita balik lagi ke 1970-an, dan menurut saya, saya sepakat untuk dihentikan saja"
"ANGGARAN ITU MUNGKIN BISA HILANG, TAPI NYAWA ITU TIDAK BISA DIKEMBALIKAN."
Update terbaru program Kopdes: Kemenkop mengakui ada peserta yang sedang hamil saat ikut Latihan Dasar Militer. (Tempo, 25 Juni 2026)
Tiga orang sudah meninggal dalam 8 hari pertama : heat stroke, henti jantung, sakit. Belum cukup alasan berhenti.
Pemerintah bilang peserta ikut "secara sukarela."
Tapi syaratnya: tidak ikut latsar militer = tidak bisa jadi manajer Kopdes.
Bukan pilihan. Itu syarat.
Ibu hamil digembleng ala militer demi koperasi desa. Di negara mana ini dianggap wajar?
Kita udah gapunya harapan banget di negara ini. Memohon kepada seluruh kawan kawan lintas agama, aduin Prabowo kepada Tuhan kita masing masing. Tolong aduin dia, di setiap shalat, di setiap ibadah minggu, di manapun. Tolong, aduin sama Tuhan Prabowo jahat.