Merasa bersalah, dan merasa masih harus bisa mengontrol emosiku 😭
Padahal marahku cuma diam, tp suamiku merasa takut, apalagi anakku 😭 pantas saja tadi dia tidur melihatku lama sekali 😭
Setelah ini, aku berjanji akan lebih sabar lagi menjalani peran seorang IBU.
Hari ini, merasa bersalah banget sama anak 😭
Sebelumnya aku kasih makan fortif selama 5 hari karena tidak sempat masak, dan saat kembali ke homemade muncullah drama GTM. 1 minggu sudah gonta ganti menu/tekstur/cara makan, tp tetap aja gak mau buka mulut, maupun hanya 1-2 sendok.
Berulang-kali aku ucap kalimat itu sampai dia bisa tidur 😭
Siangnya, suamiku pulang, trus bilang “sayang tadi marahnya serem banget. Aku gak pernah liat sayang marah kaya gitu, makanya tadi aku nunggu sayang reda dulu baru pergi”
Aku nangis banget dengarnya 😭
Aku mandiri?
5 hari LDM sama suami 🥲 ternyata aku sangat membutuhkannya 🥹
Peran sederhana seperti, memastikan botol air minumku penuh, baterai HPku selalu diatas 50%, menyiapkan vitamin dan kacang hijau, memastikan aku makan 3x sehari, dll. 🥹
Tanpanya, aku kocar-kacir 😭
Dulu sebelum menikah, kalau ada acara pasti totalitas banget. Sekarang sudah ada buntut, kerasa banget bedanya.
Persiapan perpisahan melas 6, beberapa hari lembur, bawa kerjaan ke rumah, di rumah ada anak yg kalau liat ibunya langsung nangis minta sama ibunya.
Ketrigger sampai benar2 mual+pusing+gak bisa tidur. Heran banget sama manusia seperti itu. Langsung menjudge dg mengabaikan fakta yg ada.
Ya Allah, semoga mengganti emosiku ini dg hati yg lebih lapang. Aamiin
Awal pindah ikut suami, setiap ketemu tetangga selalu menyapa. Dan kerasanya sekarang setiap keluar rumah, sebelum aku sapa, pasti sudah disapa duluan.
“Tindakkan Bu?”
“Bu Fitri”
“Monggo Bu”
🥹🥺
Ya Allah, terima kasih, tetanggaku baik semua 🤍
Masyaa Allah, Tabarakallah
Ibuku, pas aku kecil selalu menanamkan, “KALAU LEWAT DAN KETEMU ORANG, WAJIB NYAPA ‘permisi/kulo nuwun’ pak/bu/mbah/mbak/mas.
Dan itu menjadi kebiasaanku sampai sekarang.